Tersangka kasus dugaan suap suplai gas alam di Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/3). (Foto: MI/ROMMY PUJIANTO)
Tersangka kasus dugaan suap suplai gas alam di Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/3). (Foto: MI/ROMMY PUJIANTO)

Fuad Amin Klaim Kaya sejak belum Lahir

Renatha Swasty • 23 Maret 2015 20:36
medcom.id, Jakarta: Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron mengaku sudah kaya sejak sebelum lahir. Kekayaan itu diturunkan dari nenek moyangnya. Ia menyebut, pemberian uang sejumlah Rp5 miliar dari Direktur PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonius Bambang Djatmiko tak berdampak apapun.
 
"Kalau dari angka Rp5 miliar, uang saya lebih dari angka Rp5 miliar itu jadi semuanya mungkin hampir Rp50 miliar. Jadi, saya berangkat ini uang amanah (PT MKS) untuk saya," kata Fuad pada Hakim saat bersaksi buat terdakwa Antonius di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/3/2015).
 
Menurut dia, nenek moyangnya adalah orang besar yang mewariskan kekayaan tiada habisnya. Keluarganya tak pernah merasakan kekurangan, bahkan sebelum Fuad lahir ke dunia.

"Kalau orang Madura tidak ada yang takut sama saya. Boleh ditanya, kalau pemilihan bupati sekarang besok bisa saya dapat 95 persen walaupun saya sudah dihancurkan begini. Karena leluhur saya paling dihargai, leluhur saya gurunya KH Hasyim Ashari," pungkas dia.
 
Tak bermaksud ingin mengumbar, Fuad menyebut nenek moyangnya memiliki banyak harta sehingga jabatan yang dulu dipegangnya sebagai bupati Bangkalan ialah bukan apa-apa. Ketika mendapat Rp5 miliar dari PT MKS, bagi dia itu bukan sesuatu yang besar.
 
"Mbah saya (memiliki tanah) lebih dari 600 ha, kalau dari ayah saya orang yang terkaya di Bangkalan sampai nenek moyang buyut saya. Mohon maaf (pendapatan) saya bukan hanya dari bupati itu saja. Bupati tidak ada artinya buat saya," tambah dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>