Gedung Kejaksan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta. MI/Pius Erlangga
Gedung Kejaksan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta. MI/Pius Erlangga

Kejagung Periksa 24 Saksi Terkait Suap Hibah KONI

Nasional koni Kasus Suap Kasus Suap Imam Nahrawi
Siti Yona Hukmana • 08 Juni 2020 20:25
Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 24 saksi terkait kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 2017. Saksi diperiksa dari dua kelompok yang berbeda.
 
"Pemeriksaan para saksi ini untuk mengklarifikasi penerimaan uang honor kegiatan pengawasan dan pendampingan, honor rapat, dan uang pengganti transportasi kegiatan pengawasan dan pendampingan KONI Pusat pada 2017," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, di Jakarta, Senin, 8 Juni 2020.
 
Sebanyak 16 saksi merupakan peserta rapat koordinasi tentang pengawasan dan pelaporan percepatan program peningkatan prestasi olahraga pada 2017. Delapan saksi lainnya merupakan peserta pengganti biaya try in cabang olahraga paralayang di Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peserta rapat koordinasi yang diperiksa ialah Prisca Hitam, Rinaldi Dyo, Hans Nayoan, Agus Akarimb, Ibrahim A Aziz, Iswahyudi, Andri Paranoan, H Renandi Freyar Hawadi, Ali Patiwiri, Doede Gambiro, Wahyu Yuda, Sarozawanto, Hambari, Ahmad Subagiab, Joko Seftianto, dan Didik Mukrianto.
 
Sementara delapan peserta pengganti biaya try in cabor paralayang di Bali, yakni Lilik Darmono, Indra Lesmana, Aris Apriyansyah, Yudi Firnabsyah, Kurniadi Rusandi, Subandono Soegino, Dr Milawati, dan Hening Paradigma.
 
Baca: Kejagung Periksa Mantan Asisten Imam Nahrawi
 
Hari mengatakan sebagian besar saksi mengaku tidak menerima dan membantah adanya kegiatan tersebut. Keterangan para saksi itu akan dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
 
"Dengan bukti itu akan dapat diperhitungkan berapa kerugian negara yang nyata dalam tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya sesuai ketentuan yang diatur dalam Pasal 1 angka 2 KUHAP," ungkap Hari.
 
Pemeriksaan saksi ini juga untuk menindaklanjuti surat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebelumnya, penyidik Kejagung telah memeriksa 131 orang saksi dari unsur KONI Pusat.
 
Penyidik berencana memeriksa 715 orang dari unsur KONI Pusat terkait hasil telaah BPK. Penyidik Kejagung juga telah memeriksa 51 orang dan dua orang ahli. Kejagung turut menyita 253 dokumen dan surat.
 
Pemeriksaan ke-24 saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan virus korona (covid-19). Yakni dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan penyidik yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif