Sidang kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/ Kautsar Widya Prabowo
Sidang kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/ Kautsar Widya Prabowo

Hakim Desak JPU Rampungkan Berkas Tuntutan Joko Driyono

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Kautsar Widya Prabowo • 03 Juli 2019 00:14
Jakarta: Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kartim Haeruddin mendesak jaksa penuntut umum (JPU) segera merampungkan berkas tuntutan terdakwa kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor Joko Driyono. Sidang pembacaan tuntutan kembali tertunda lantaran berkas tuntutan belum siap. 
 
Hakim meminta berkas perkara harus rampung sebelum jatuh tempo berakhirnya masa tahanan 24 Juli. Jika tak kunjung rampung, terdakwa terpaksa dilepaskan dari tahanan.
 
"Jadi setidak-tidaknya 10 hari sebelum tanggal 24 itu perkara ini sesuai dengan ketentuan dan peraturan kita itu 10 hari sebelumnya harus sudah putus. Berarti tanggal 14 harus sudah putus. Selambat-lambatnya tanggal 16," tegas Hakim dalam ruang sidang di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JPU Feri P Ekawirya memastikan dalam waktu dekat berkas tuntutan rampung. Ia meminta penundaan pembacaan tuntutan Kamis 4 juli besok.
 
"Saudara (JPU) sudah mendengar, siap tanggal 4 dan majelis berpendapat saudara jangan mundur lagi. Itu (tuntutan) sudah bisa dibacakan tanggal 4 itu (Juli 2019)," tutur Hakim.
 
Kemudian hakim juga meminta penasehat hukum (PH) terdakwa mempersiapkan berkas pledoi yang akan diajukan dalam persidangan. "Kalau perkara pidana kan sudah bisa diduga fakta-faktanya. Sudah disusun dulu jadi nanti tanggal 9 (Juli 2019) saudara PH bisa ajukan pembelaan," tutur hakim kepada penasehat hukum. 
 
Sebelumnya, sidang tuntutan Jokdri digelar Kamis, 27 Juni 2019. Namun, hakim berhalangan hadir karena melakukan bimbingan teknis. Sidang ditunda Selasa, 2 Juli 2019.
 
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga bawahannya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.
 
Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.
 
Penetapan sebagai tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah menggeledah rumahnya dan ruang kerjanya pada Kamis, 14 Februari 2019.Dia disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif