Sidang pembacaan putusan terdakwa Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan putusan terdakwa Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Penyuap Pejabat Krakatau Steel Divonis 15 Bulan Penjara

Nasional krakatau steel
Fachri Audhia Hafiez • 15 Agustus 2019 16:27
Jakarta: Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro, divonis satu tahun tiga bulan penjara. Kurniawan juga diwajibkan membayar denda Rp100 juta subsider tiga kurungan.
 
"Mengadili, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Frangki Tambuwun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Kurniawan dinilai terbukti menyuap Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, senilai Rp55,5 juta. Tujuannya agar Wisnu menyetujui pengadaan dan pemasangan dua unit spare bucket wheel stacker dan harbors stockyard. Anggaran pengadaan barang itu mencapai Rp13 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbuatan Kurniawan terbukti melanggar sebagaimana dalam dakwaan kedua Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
"Selama persidangan majelis hakim tidak menemukan alasan-alasan pemaaf yang dapat menghapus kesalahan terdakwa, serta tidak ada alasan pembenar yang dapat menghapus sifat melawan hukum perbuatan terdakwa," kata hakim Anwar saat membacakan amar putusan.
 
Hal yang memberatkan hukuman terhadap Kurniawan di antaranya, bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi. Pasalnya, korupsi merupakan kejahatan luar biasa.
 
Sementara itu, hal yang meringankan ialah, Kurniawan berlaku sopan di persidangan, mengakui kesalahannya, berterus-terang, dan belum pernah dihukum.
 
Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kurniawan sebelumnya dituntut hukuman satu tahun delapan bulan penjara, serta denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Kurniawan mengaku menerima putusan ini. Sedangkan, JPU KPK masih pikir-pikir untuk mengajukan banding.
 
"Karena JPU KPK tegas menyatakan masih pikir-pikir, maka perkara ini belum memiliki kekuatan hukum tetap," ujar hakim Frangki.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif