Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. MI/Bary Fathahilah
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. MI/Bary Fathahilah

Eni Mengaku Diperintah Mekeng Bantu Samin Tan

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 10 Oktober 2019 16:38
Jakarta: Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eni mengaku diperintah politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng untuk membantu pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan, mengurus terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
“Iya saya sebagai anggota DPR, anggota fraksi, komisi tujuh, saya mendapatkan tugas dari Ketua Fraksi (Golkar) saya waktu itu,” kata Eni di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 10 November 2019.
 
Eni juga mengaku dicecar soal hubungan Mekeng dengan Samin Tan. Termasuk, perkenalannya dengan Samin Tan. Saat itu, Mekeng mengenalkan Samin Tan kepada Eni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Iya ditanyakan memang karena itu sudah yang lalu, juga sudah ditanyakan, dan itu sudah jelas di dalam persidangan saya yang lalu,” tegasnya.
 
Menurut dia, tidak ada hal baru yang dikonfirmasi penyidik dalam pemeriksaan tersebut. “Mungkin penyidik masih perlu konsistensi dari jawaban-jawaban saya,” pungkasnya.
 
Mekeng merupakan salah satu saksi yang telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Mekeng bahkan sudah empat kali diagendakan jadi saksi untuk Samin Tan, namun mangkir.
 
Mekeng tak memenuhi panggilan KPK pada 11 September, 16 September, 19 September 2019, dan 8 Oktober 2019. Pada pemanggilan pertama hingga ketiga, Mekeng beralasan sakit. Namun pada panggilan terakhir, Mekeng mangkir tanpa alasan.
 
Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-I yang menjerat beberapa pihak, salah satunya Eni . Dalam sidang Eni, terkuak Samin Tan pernah menyuap Eni dan meminta bantuan Mekeng untuk pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM.
 
Eni juga mengakui jika permintaan Samin Tan disetujui karena adanya perintah dari Mekeng. Mekeng saat itu sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif