Konferensi pers penetapan eks Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka kasus dugaan TPPU. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Konferensi pers penetapan eks Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka kasus dugaan TPPU. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Bupati Cirebon Tersangka Kasus Pencucian Uang

Nasional pencucian uang OTT Bupati Cirebon
Fachri Audhia Hafiez • 04 Oktober 2019 21:03
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan eks Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Lembaga Antirasuah menemukan sejumlah bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan status perkara.
 
"KPK meningkatkan status perkara TPPU ke penyidikan dan menetapkan SUN (Sunjaya Purwadisastra) Bupati Cirebon periode 2014-2019 sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Oktober 2019.
 
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan perkara dari kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 24 Oktober 2018. KPK mengamankan barang bukti uang tunai Rp116 juta dan bukti setoran ke rekening total Rp6,4 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sunjaya beserta Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto ditetapkan sebagai tersangka dalam OTT tersebut. Keduanya telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung.
 
KPK mencermati fakta yang berkembang sepanjang penyidikan dan persidangan. Hasilnya ditemukan sejumlah bukti dugaan penerimaan lain oleh Sunjaya dan dugaan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, dan menghibahkan.
 
Kemudian Sunjaya turut menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya. Atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.
 
KPK menemukan adanya aliran dana pencucian uang dengan nilai Rp51 miliar. Padahal dalam OTT nilai barang bukti awal uang hanya Rp116 juta.
 
"Hal ini kami harap dapat menjawab dan memberikan pemahaman pada sejumlah pihak yang menuding KPK ketika melakukan OTT dengan nilai ratusan juta. Perlu dipahami, dalam proses OTT barang bukti yang diamankan adalah transaksi saat itu. Di sinilah OTT dapat menjadi pintu masuk membuka kotak Pandora korupsi lebih lanjut," ujar Laode.
 
Atas perbuatannya, Sunjaya disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif