Ketua Tim Advokasi Eggi Sudjana, Abdullah Al Katiri (tengah) - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Ketua Tim Advokasi Eggi Sudjana, Abdullah Al Katiri (tengah) - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Kubu Eggi Sudjana Bantah Tudingan Tidak Kooperatif

Nasional kasus makar
Candra Yuri Nuralam • 19 Mei 2019 15:22
Jakarta: Ketua Tim Advokasi Eggi Sudjana, Abdullah Al Katiri, mengaku bingung kliennya disebut tidak kooperatif. Eggi tidak mau memberikan ponselnya untuk diperiksa polisi.
 
"Ini kan agak aneh, yang seharusnya ponsel yang disita itu ponsel pelapor. Kita yang dilaporin, bukan penyebaran kebencian loh ini. Kita dilaporin menggunakan ponsel pelapor, kok malah ponsel kami (Eggi) yang disita?," kata Abdullah di lapangan parkir golf Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Mei 2019.
 
Abdullah menilai kepolisian tidak profesional menangani kasus Eggi. Semestinya, polisi memeriksa ponsel pelapor ketimbang memeriksa ponsel Eggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seharusnya yang disita milik pelapornya, makanya kami ingin tanyakan, disita atau tidak itu milik pelapornya?," ujar Abdullah.
 
Abdullah membantah Eggi tidak kooperatif. Dia meyebut dengan hadirnya Eggi menjadi saksi pada 13-14 Mei 2019 sudah membuktikan Eggi menaati hukum.
 
(Baca juga:Penangkapan Eggi Sudjana Dituding Melanggar Hukum)
 
"Tidak mungkin, dia kooperatif kok. Bang Eggi kan semua orang tahu, beliau ini kan orangnya gentleman, mana yang tidak pernah dihadapi oleh beliau? Beliau ini gentelman, komit, dan ahli hukum," tegas Abdullah.
 
Eggi dinilai terlalu memahami hukum. Sehingga, ia tahu betul konsekuensi bila melanggar hukum.
 
"Jadi tahu persis langkah-langkah hukum apa yang harus dilakukan. Konsekuensi hukum apa dia tahu persis. Jadi bukan orang awam ini pak. Profesional gitu," tutur Abdullah.
 
Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Eggi Sudjana ditangkap dengan surat penangkapan dengan register B/7608/V/RES. Eggi ditangkap usai diperiksa selama 13 jam pada tanggal 14 Mei 2019.
 
Eggi diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dengan ancaman penjara seumur hidup.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif