Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Dua Pimpinan Fraksi DPRD Lamteng Dipanggil KPK

Nasional Suap Bupati Mustafa
Fachri Audhia Hafiez • 20 Mei 2019 13:08
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan dua anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng). Keduanya diperiksa terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah Kabupaten Lamteng Tahun Anggaran 2018.
 
Dua legislator yang diperiksa ialah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Lamteng M. Ghofur dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Lamteng Iskandar. Ghofur dan Iskandar diperiksa untuk tersangka Ketua DPRD Kabupaten Lamteng Achmad Junaidi S (AJS).
 
"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AJS," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah Didakwa Terima Suap Rp9,6 Miliar
 
Sebelumnya, KPK menetapkan tujuh tersangka untuk tiga perkara berbeda dalam pengembangan perkara suap kepada DPRD Kabupaten Lamteng terkait pinjaman daerah pada APBD Tahun Anggaran 2018.
 
Dalam perkara pertama, KPK menetapkan Bupati Lampung Tengah 2016-2021 Mustafa (MUS) sebagai tersangka. Ia diduga menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lamteng Tahun Anggaran 2018.
 
KPK menduga Mustafa menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga. Ia diduga menerima fee sebesar 10-20 persen dari nilai proyek.
 
Total dugaan suap dan gratifikasi yang diterima,berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas Mustafa sebagai Bupati Lamteng, yaitu Rp95 miliar. Ia diduga tidak melaporkan penerimaan tersebut pada Direktorat Gratifikasi KPK.
 
Sebelumnya, telah divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan pidana 3 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis dijatuhkan atas perkara memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada anggota DPRD Kabupaten Lamteng terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lamteng 2018.
 
KPK juga menetapkan dua pengusaha yang merupakan rekanan di lingkungan Kabupaten Lamteng sebagai tersangka, yaitu pemilik PT Sorento Nusantara (SN) Budi Winarto (BW) alias Awi dan pemilik PT Purna Arena Yudha (PAY) Simon Susilo.
 
Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi memberikan hadiah atau janji kepada penyelenggara negara atau pegawai negeri terkait dengan pangadaan barang dan jasa di lingkungan Kabupaten Lamteng Tahun Anggaran 2018. Diduga dari total sekitar Rp95 miliar dana yang diterima Mustafa sebagian berasal dari kedua pengusaha tersebut.
 
Pada perkara ketiga, KPK menetapkan empat unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah sebagai tersangka. Empat orang itu ialah Ketua DPRD Kabupaten Lamtent Achmad Junaidi S (AJ), anggota DPRD Kabupaten Lamteng Bunyana (BUN), anggota DPRD Kabupaten Lamteng Raden Zugiri (RZ), dan anggota DPRD Kabupaten Lamteng Zainudin (ZAI).
 
Keempatnya diduga menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lamteng, pengesahan APBD-P Kabupaten Lampung Tengah TA 2017, dan pengesahan APBD Kabupaten Lampung Tengah TA 2018.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif