Komnas HAM gelar konferensi pers soal penembakan 4 laskar FPI (Foto: antara)
Komnas HAM gelar konferensi pers soal penembakan 4 laskar FPI (Foto: antara)

Kasus Penembakan Laskar FPI, 3 Hal Ini Perkuat Dugaan Polisi Melanggar HAM

Nasional fpi komnas ham
Adri Prima • 08 Januari 2021 17:42
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyimulkan bahwa kepolisian telah melakukan pelanggaran HAM dalam insiden penembakan 4 laskar FPI di Karawang beberapa waktu lalu. Meski begitu, Komnas HAM terus menggali dan memperdalam insiden yang disebut sebagai 'Peristiwa Karawang' tersebut. 
 
Ormas FPI sebelumnya juga meminta pembentukan tim independen untuk mengusut kasus ini agar tidak ada intervensi dari pihak lain. FPI sendiri telah dinyatakan bubar dan dilarang aktivitasnya oleh pemerintah lewat SKB enam menteri pada 30 Desember 2020 lalu. 
 
Meski begitu, Komnas HAM nyatanya menunjukkan komitmennya dalam hal penuntasan kasus ini. Berdasarkan keterangan Komnas HAM, ada beberapa hal yang menguatkan dugaan Polisi telah melakukan pelanggaran HAM. 

1. Menghilangkan nyawa

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam secara tegas menyatakan bahwa peristiwa di Tol Karawang KM 50 tersebut sebagai bentuk peristiwa pelanggaran HAM. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terdapat empat orang masih hidup dalam penguasaan resmi petugas negara yang kemudian ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut bentuk peristiwa pelanggaran HAM," ujar Choirul Anam dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Januari 2021. 

2. Penembakan 4 orang dalam satu waktu

Fakta kedua masih terkait dengan menghilangkan nyawa. Namun, dalam kasus ini Polisi melakukan penembakan empat orang laskar FPI dalam satu waktu tanpa ada upaya menghindari jatuhnya korban jiwa. 
 
"Ini mengindikasikan ada tindakan unlawfull killing terhadap laskar FPI," lanjut Choirul Anam. 

3. Barang bukti proyektil di TKP

Komnas HAM berencana akan membeberkan laporan lengkap penyelidikan peristiwa Karawang maksimal di pekan kedua Januari 2020. Laporan tersebut termasuk hasil uji balistik terhadap tujuh proyektil dan empat butir selongsong di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 
 
Berdasarkan rekonstruksi, polisi menggambarkan anggota FPI yang lebih dulu melakukan penembakan. Namun, ada perbedaan keterangan antara polisi dan FPI. Menurut FPI laskar mereka tidak pernah dilengkapi senjata api. Maka dari itu, Komnas HAM harus merampungkan laporan final untuk mendapatkan titik terang terkait keterangan polisi dan FPI yang berseberangan. 
 
(ACF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif