Ilustrasi hukum. Medcom.id
Ilustrasi hukum. Medcom.id

Kurir 192 Kg Ganja Dihukum 18 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding

Nasional narkoba polri Kasus Narkoba Kejaksaan Agung
Hendrik Simorangkir • 16 April 2021 05:03
Tangerang: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang mengajukan banding terkait putusan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang terhadap terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika berinisial DP, 32. DP dihukum 18 tahun penjara lantaran terbukti membawa 192 kilogram ganja.
 
"Untuk kesekian kalinya hakim menjatuhkan vonis yang tidak sesuai dalam kasus narkoba. Oleh sebab itu, kita (jaksa) bakal kembali ajukan banding," ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kota Tangerang, Dapot Dariarma, di Tangerang, Kamis, 15 April 2021.
 
Majelis hakim yang dipimpin Agus Iskandar menyimpulkan DP hanya seorang kurir. Dapot menilai DP masuk dalam jaringan narkoba. Dapot menilai DP tak pantas hanya dihukum 18 tahun penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walau DP hanya kurir, bila membawa barang haram yang melanggar hukum pidana dalam jumlah banyak, menurut pandangan jaksa tidak bisa ditoleransi. Peran kurir sangat penting dalam penyebaran narkoba. Karena bila tidak ada kurir, narkoba tak akan merajalela," tutur dia.
 
(Baca: Kejari Tangerang Ajukan Banding Vonis 18 Tahun Terdakwa Narkoba)
 
Dapot mengatakan pihaknya sengaja menempuh banding agar pelaku penyalahgunaan narkotika jera. Sekaligus mengimplementasikan program pemerintah agar Indonesia terbebas dari narkoba.
 
"Bila hukumannya ringan, para pelaku penyalahgunaan narkoba enggak akan jera," kata dia.
 
Sebelumnya, Kejari Kota Tangerang juga mengajukan banding terkait putusan Pengadilan Negeri Tangerang terhadap terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba berinisial NB. Dia dihukum 18 tahun penjara lantaran kedapatan membawa 192 kilogram ganja.
 
NB dan DP ditangkap Polres Metro Tangerang Kota atas hasil pengembangan. Polisi menyita enam karung berisi 176 paket ganja dengan berat 192,086 kilogram dalam penangkapan itu.
 
Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tangerang, Arief Budi, menyatakan vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa lantaran NB dan DP hanya kurir. Jaksa menuntut keduanya dihukum mati.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif