medcom.id, Jakarta: Sudah ketiga kalinya, pascareformasi, Gubernur Provinsi Riau tersandung kasus korupsi. Setelah Saleh Djasit, Rusli Zainal, kali ini, Gubernur Riau aktif Anas Maamun, dikabarkan berhasil menjadi target Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Salah seorang Tokoh Riau Lukman Edy menyesalkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.
"Ini musibah ketiga bagi Riau setelah gubernur-gubernur sebelumnya," ujar Lukman Edy, saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, (25/9/2014).
Mantan Kompetitor Annas Maamun dalam Pilkada Riau tahun 2013 itu, mengaku sangat beruntung tidak jadi terpilih dalam pilkada Gubernur Riau beberapa waktu lalu.
"Saya ada untungnya juga tidak jadi Gubernur Riau," selorohnya kepada wartawan.
Menurut Lukman yang juga Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu, alih fungsi lahan memang seringkali menjadi permasalahan dan sengketa di Riau.
Masyarakat Riau pun berbangga dengan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sebab, sengketa lahan antara pusat dan daerah dapat diminimalisir.
"Sebenarnya masyarakat Riau itu bersyukur atas (RTRW) ini, baru ditetapkan. Karena banyak lahan-lahan yang selama ini tidak jelas statusnya, apakah milik pusat, atau milik rakyat, menjadi jelas," tukas Politikus PKB itu.
Namun, kalau terjadi penyimpangan, Lukman sangat menyesalkan hal ini. Dia menyampaikan rasa prihatinnya atas kasus yang menimpa Anas Maamun. Dia meminta kepada KPK untuk mengusut kasus ini, hingga tuntas.
"Kita prihatin sebagai orang Riau, kita prihatin, tapi sebagai bagian dari masyarakat kita menghendaki diusut tuntas. Siapa pelaku-pelakunya," tandas Lukman.
Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, Annas Maamun diduga terlibat kasus suap lahan di Indragiri Hilir. Dia ditangkap saat menghadiri Halalbihalal di Cibubur, Jakarta Timur. Dia ditangkap bersama delapan orang lainnya. Dalam operasi itu, KPK mengamankan sejumlah uang.
medcom.id, Jakarta: Sudah ketiga kalinya, pascareformasi, Gubernur Provinsi Riau tersandung kasus korupsi. Setelah Saleh Djasit, Rusli Zainal, kali ini, Gubernur Riau aktif Anas Maamun, dikabarkan berhasil menjadi target Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Salah seorang Tokoh Riau Lukman Edy menyesalkan adanya operasi tangkap tangan tersebut.
"Ini musibah ketiga bagi Riau setelah gubernur-gubernur sebelumnya," ujar Lukman Edy, saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, (25/9/2014).
Mantan Kompetitor Annas Maamun dalam Pilkada Riau tahun 2013 itu, mengaku sangat beruntung tidak jadi terpilih dalam pilkada Gubernur Riau beberapa waktu lalu.
"Saya ada untungnya juga tidak jadi Gubernur Riau," selorohnya kepada wartawan.
Menurut Lukman yang juga Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu, alih fungsi lahan memang seringkali menjadi permasalahan dan sengketa di Riau.
Masyarakat Riau pun berbangga dengan penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sebab, sengketa lahan antara pusat dan daerah dapat diminimalisir.
"Sebenarnya masyarakat Riau itu bersyukur atas (RTRW) ini, baru ditetapkan. Karena banyak lahan-lahan yang selama ini tidak jelas statusnya, apakah milik pusat, atau milik rakyat, menjadi jelas," tukas Politikus PKB itu.
Namun, kalau terjadi penyimpangan, Lukman sangat menyesalkan hal ini. Dia menyampaikan rasa prihatinnya atas kasus yang menimpa Anas Maamun. Dia meminta kepada KPK untuk mengusut kasus ini, hingga tuntas.
"Kita prihatin sebagai orang Riau, kita prihatin, tapi sebagai bagian dari masyarakat kita menghendaki diusut tuntas. Siapa pelaku-pelakunya," tandas Lukman.
Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, Annas Maamun diduga terlibat kasus suap lahan di Indragiri Hilir. Dia ditangkap saat menghadiri Halalbihalal di Cibubur, Jakarta Timur. Dia ditangkap bersama delapan orang lainnya. Dalam operasi itu, KPK mengamankan sejumlah uang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)