medcom.id, Jakarta: Wahyudi Utomo alias iwan, mantan sopir Muhammad Nazzarudin membantah tudingan
Apartemen Senayan City sebagai posko relawan pemenangan Anas Urbaningrum untuk maju menjadi Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung, 2010 lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Iwan saat dicecar oleh Anas terkait kepemilikan apartemen itu. Dikatakan dia, apartemen itu milik bos nya.
"Apartemen pak Nazzar, setahu saya," jawab Iwan dalam sidang lanjutan terdakwa Anas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan , Jumat (29/8/2014).
Anas pun sempat bertanya kembali, untuk menegaskan masalah apartemen tadi. "Pernah tidak Nazar buat pertemuan dengan orang di luar Demokrat?" tanya Anas.
"Ada pak, dengan pihak Polri. Juga yang lain, tapi kurang tahu juga ada yang lain" kata Iwan.
Dalam keterangannya, Iwan yang mengawal Nazzarudin sejak 2009 sampai 2011 mengatakan biasanya bosnya dalam seminggu bisa tiga sampai empat kali mengadakan pertemuan di apartemen tersebut.
"Apa isi pertemuan yang dibicarakan?," tanya Anas.
"Saya tak tahu pak," timpal Iwan.
Diketahui dalam dakwaan, guna konsolidasi terkait pemenangan Anas urbaningrum sebagai Ketum, dia menyewa satu apartemen di Senayan CIty.
medcom.id, Jakarta: Wahyudi Utomo alias iwan, mantan sopir Muhammad Nazzarudin membantah tudingan
Apartemen Senayan City sebagai posko relawan pemenangan Anas Urbaningrum untuk maju menjadi Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung, 2010 lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Iwan saat dicecar oleh Anas terkait kepemilikan apartemen itu. Dikatakan dia, apartemen itu milik bos nya.
"Apartemen pak Nazzar, setahu saya," jawab Iwan dalam sidang lanjutan terdakwa Anas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan , Jumat (29/8/2014).
Anas pun sempat bertanya kembali, untuk menegaskan masalah apartemen tadi. "Pernah tidak Nazar buat pertemuan dengan orang di luar Demokrat?" tanya Anas.
"Ada pak, dengan pihak Polri. Juga yang lain, tapi kurang tahu juga ada yang lain" kata Iwan.
Dalam keterangannya, Iwan yang mengawal Nazzarudin sejak 2009 sampai 2011 mengatakan biasanya bosnya dalam seminggu bisa tiga sampai empat kali mengadakan pertemuan di apartemen tersebut.
"Apa isi pertemuan yang dibicarakan?," tanya Anas.
"Saya tak tahu pak," timpal Iwan.
Diketahui dalam dakwaan, guna konsolidasi terkait pemenangan Anas urbaningrum sebagai Ketum, dia menyewa satu apartemen di Senayan CIty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)