Tersangka pelaku kericuhan 22 Mei 2019. Antara/ Indrianto Eko Suwarso
Tersangka pelaku kericuhan 22 Mei 2019. Antara/ Indrianto Eko Suwarso

67 Pelaku Kerusuhan Masih di Bawah Umur

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Marcheilla Ariesta, Cindy • 11 Juni 2019 06:45
Jakarta: Polisi menetapkan status tersangka terhadap 447 orang yang diduga melakukan kerusuhan 21-22 Mei 2019 di depan kator Bawaslu, Jakarta. Sebanyak 67 di antaranya masih berusia di bawah umur.
 
"Terkait dengan peristiwa 21-22 Mei lalu, sudah disampaikan ada 447 tersangka yang telah ditetapkan. Dan diantaranya ada 67 anak-anak di bawah umur," ucap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Juni 2019.
 
Adi mengatakan anak-anak yang masih berada di bawah umur tersebut tidak akan dikenakan penegakan hukum melainkan lewat penyelesaian perkara di luar pengadilan atau diversi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 mengenai Sistem Peradilan Pidana Anak. Mereka dikembalikan ke orang tua atau diberikan pelatihan di Cipayung, Jakarta Timur.
 
"Itu sudah dilakukan diversi, dikembalikan kepada orang tuanya dan juga ada sebagian menjalani pelatihan di Cipayung," kata Asep.
 
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto berjanji akan mengungkap dalang kerusuhan aksi 21-22 Mei hari ini, Selasa, 11 Juni 2019. Dia menjelaskan akan membeberkan berita acara perkara dari penangkapan beberaa tokoh nasional yang telah ditangkap kepolisian terkait dugaan makar.
 
"Kenapa sebabnya, alasannya apa. Dan besok akan lengkap semuanya disampaikan ke publik. Tapi bukan sekadar informasi lagi tapi berita acaranya," kata Wiranto.
 
Pada konferensi pers nanti, Wiranto juga akan mengungkap keterlibatan Mantan Anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid yang diduga menjadi dalang kerusuhan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) itu. Fauka merupakan anak buah Prabowo dan pernah terlibat dalam aksi penculikan aktivis 1998.
 
Sebelumnya, sekelompok orang menggelar demo di depan Kantor Bawaslu. Mereka menolak hasil Pemilu 2019. Aksi yang berlangsung sejak Selasa, 21 Mei 2019 itu berujung ricuh.
 
Massa membakar ban serta melempari aparat keamanan yang menjaga demonstrasi. Massa juga merusak gerai cepat saji di pusat perbelanjaan Sarinah.
 
Kepolisian bertindak cepat dengan menangkap ratusan pembuat onar tersebut. Sebanyak 257 perusuh ditangkap pada 22 Mei 2019, sedangkan 185 orang lainnya ditangkap pada Kamis, 23 Mei 2019.
 
Para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang berdemonstrasi di depan Bawaslu. Total, ada 442 perusuh yang ditangkap dan dijadikan tersangka.
 
Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan. Titik itu adalah Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif