Reynhard Sinaga didakwa tindakan pemerkosaan sebanyak 136 kali. Foto: The Independent/Facebook
Reynhard Sinaga didakwa tindakan pemerkosaan sebanyak 136 kali. Foto: The Independent/Facebook

Istana: Reynhard Sinaga Coreng Wajah Indonesia

Nasional Reynhard Sinaga
Damar Iradat • 08 Januari 2020 13:14
Jakarta: Istana Kepresidenan menyayangkan kasus pemerkosaan yang dilakukan warga negara Indonesia (WNI) Reynhard Sinaga kepada ratusan pria di Manchester, Inggris. Kasus Reynhard dianggap mencoreng wajah Indonesia.
 
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kasus Reynhard menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Indonesia, kata dia, juga menghormati proses peradilan terbuka di Manchester.
 
"Tentunya ini mau tidak mau, suka tidak suka, mencoreng wajah kita. Padahal wajah kita wajah bangsa Indonesia ini penuh dengan etika ketimuran, sopan santun, harga menghargai," kata Pramono di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pemerintah Indonesia turut prihatin terhadap ratusan korban Reynhard. Apa yang dialami korban bisa berdampak pada gangguan psikologis mereka.
 
Di sisi lain, pemerintah terus memantau perkembangan kasus Reynhard. Pramono menyebut pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses peradilan di Inggris.
 
"Melalui KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di London kita memantau dan kita juga menginginkan Reynhard Sinaga mendapatkan pengadilan yang fair dan terbuka," lanjut dia.
 
Pengadilan Manchester mendakwa Reynhard melakukan 136 pemerkosaan, delapan percobaan pemerkosaan, dan 14 serangan seksual. Kejadian itu melibatkan 48 korban antara Januari 2015 dan Juli 2017.
 
Seluruh 48 korban sudah diberikan pengamanan oleh kepolisian. Kejahatan itu terbongkar setelah korban terakhir yang berusia 18 tahun siuman saat dibius dan melawan pria lulusan Universitas Indonesia (UI) itu.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif