Kapolri Jenderal Idham Azis diminta memilih Kabareskrim yang profesional dan mampu membaca peta kultur keragaman dan agama mayoritas di Indonesia. Foto: Antara/Wahyu Putro A.
Kapolri Jenderal Idham Azis diminta memilih Kabareskrim yang profesional dan mampu membaca peta kultur keragaman dan agama mayoritas di Indonesia. Foto: Antara/Wahyu Putro A.

Kabareskrim Baru Diharap Dekat dengan Umat dan Ulama

Juven Martua Sitompul • 07 November 2019 22:02
Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis diminta memilih Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) yang profesional. Terpenting, membaca peta kultur keragaman dan agama mayoritas di Indonesia.
 
"Maka, sebaiknya Kabareskrim diisi oleh sosok yang mengerti, memahami, dan dekat dengan umat Islam, dan khsusunya ulama atau tokoh-tokoh ormas Islam," kata Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Faiz Rafdhi Chusnan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 7 November 2019.
 
Faiz menjelaskan alasan sosok Kabareskrim harus dekat dengan tokoh agama atau ulama. Salah satunya, mayoritas penduduk di Indonesia adalah umat Islam. Ulama dianggap paham terhadap kebutuhan umat.

"Jika Kabareskrim yang baru tidak mampu memahami kebutuhan rakyat khususnya umat Islam sebagai penduduk mayoritas, maka dikhawatirkan tindakan-tindakan yang diambil merugikan umat," ujarnya.
 
Apalagi, kata dia, penanganan radikalisme dan terorisme yang dilakukan polisi sejauh ini terkesan represif. Hal ini dinilai merugikan pemerintah dan umat.
 
"Beda halnya jika Kabareskrim paham kebutuhan umat, tentu penanganan radikalisme lebih soft sehingga mampu menyelesaikan akar masalah dengan tepat dan cermat," pungkasnya.
 
Faiz mengucapkan selamat kepada Idham. Mantan Kabareskrim itu diharap dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HUS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan