Teror. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Teror. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Remaja Rentan Dipinang Jadi 'Pengantin Bom'

Nasional Bom Bunuh Diri Kartasura
Ilham Pratama Putra • 06 Juni 2019 14:58
Jakarta: Pengamat terorisme Al Chaidar menyebut tren menjadikan remaja sebagai 'pengantin bom' sedang naik daun. Pasalnya, usia remaja mudah terpapar paham terorisme.
 
"Mereka dipilih karena energi mereka cukup besar dan kemudian pendidikan mereka tentang agama cukup rendah, sangat sedikit dan ini yang kemudian membuat pihak teroris itu cenderung memilih mereka sebagai teroris atau 'pengantin' untuk melakukan bom," kata Al saat kepada Medcom.id, Kamis, 6 Juni 2019.
 
Dia mengatakan para remaja ini hanya bagian dari korban dari dalang terorisme. Para 'pengantin' dimanfaatkan para gembong kelompok teror untuk melaksanakan niat jahatnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu sebenarnya boleh dikatakan mereka bukan pelaku yang ideologis, tapi mereka yang jadi korban radikalisasi ulama kekerasan. Kita menyebutnya violent ulama," lanjut Al.
 
Al menerangkan jika remaja ini telah diberikan doktrin tentang terorisme. Mereka disuapi dengan ideologi-ideologi yang tak rasional.
 
"Tujuan ideologis ingin masuk surga, karena menganggap itu jihad dan mati syahid. Kedua tujuan politik untuk mendirikan negara khilafah. Tujuan yang lain ada personal yang kita belum bisa gambarin harus ada penelitian tentang itu," pungkas Al.
 
Sebelumnya, RA, 22, menjadi pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 3 Juni 2019, malam. Dalam melakukan aksinya, RA menggunakan bom pinggang.
 
Baca: Pelaku Diduga Kaget Bom Meledak Tak Sempurna
 
Pemuda itu selamat dalam aksi nekatnya. Dia mengalami luka di perut dan tangan kanan akibat ledakan tersebut.
 
Berdasarkan investigasi sementara, RA terpapar kelompok militan Negara Islam (ISIS). Namun, kepolisian belum bisa menggali lebih jauh dan menunggu sampai kondisi RA benar-benar pulih.
 
Selain RA, sebelumnya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 juga menangkap dua orang terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat. Keduanya bagian dari kelompok teroris JAD Bekasi: EY, 27, dan YM, 18.
 
EY ditangkap pada Rabu, 8 Mei 2019, pukul 13.48 WIB, di SPBU Pertamina Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur. YM ditangkap di hari yang sama pukul 20.33 WIB di rumahnya di Bojong Rawa, Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif