Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Aprilio Akbar.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Aprilio Akbar.

KPK Lacak Aset Eks Dirut Garuda Indonesia

Nasional emirsyah satar emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 18 Juli 2019 22:47
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengebut penyidikan dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero). Salah satu fokus penyidik melacak kepemilikan aset dan sejumlah rekening Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.
 
Penyidik memeriksa dua saksi untuk melacak aset itu. Dua saksi yang digarap yakni mantan Manager Administrasi & Finance Connaught Internasional Pte. Ltd Sallyawati Rahardja dan Advokat Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP) Andre Rahadian.
 
"Penyidik menelusuri kepemilikan aset tersangka ESA termasuk rekening bank di Singapura melalui kedua saksi tersebut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febri tak memerinci pengetahuan kedua saksi terkait aset dan sejumlah rekening milik Emirsyah. Dia hanya memastikan semua saksi yang diperiksa sedikitnya mengetahui ihwal suap, termasuk kepemilikan aset Emirsyah.
 
Soetikno Soedarjo dan Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017. Namun, KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda. Penyidik bahkan belum menahan kedua tersangka tersebut.
 
Emirsyah Satar diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris yakni Rolls-Royce, di antaranya melalui Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.
 
Diduga suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. Emirsyah juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sebuah rumah di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumah yang disita tersebut senilai Rp8,5 miliar. Kuat dugaan uang untuk membeli rumah tersebut berasal dari Soetikno Soedarjo.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif