Sidang perkara dugaan korupsi jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama dengan saksi Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang perkara dugaan korupsi jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama dengan saksi Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Menag Mengakui Terima Rp10 Juta dari Pejabat Kemenag

Nasional jual beli jabatan pns OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 26 Juni 2019 16:56
Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui diberi uang Rp10 juta oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin. Uang itu diberikan saat Lukman menyambangi Pesantren Tebu Ireng.
 
"Uang Rp10 juta itu dari kegiatan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan 9 Maret 2019 di Pesantren Tebu Ireng. Itu terkait isu kesehatan bagi Pondok Pesantren, saya hadir selaku narasumber," ujar Lukman saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Lukman mengaku baru mengetahui uang tersebut setelah ajudannya, Herry Purwanto, memberitahu. Herry menyebut uang dari Haris itu sebagai honorarium tambahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu pernyataan yang disampaikan ajudan saya. Saya merasa tidak berhak menerima itu karena saya sudah menerima honor resmi dalam kegiatan di Tebu Ireng. Saya merasa kegiatan di Tebu Ireng bukan kegiatan Kemenag, sehingga tidak pada tempatnya saya menerima itu," ujar Lukman.
 
Lukman langsung memerintahkan Herry untuk mengembalikan uang itu ke Haris. Namun, uang tersebut masih di tangan Herry.
 
"Saya kaget kenapa kok bisa terjadi? 'Ya karena selama seminggu kemarin Saya mendampingi Bapak' dan memang kenyataannya itu dia tidak punya kesempatan mengembalikan itu ke Saudara Haris sampai terjadi peristiwa operasi tangkap tangan (OTT)," ujar Lukman.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menanyakan apakah uang yang diterima Lukman hanya Rp10 juta. Sebab, dalam dakwaan Haris, Lukman disebut menerima Rp20 juta dari kegiatan di Tebu Ireng.
 
"Menerima laporan lisan dari ajudan saya besarnya Rp10 juta," ujar Lukman.
 
Sebelumnya, Haris didakwa menyuap Lukman dan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) sebesar Rp325 juta. Romy dan Lukman baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi terhadap proses pengangkatan Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Romy mendapat Rp255 juta, sedangkan Lukman senilai Rp70 juta.
 
Haris didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif