Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

KPK Tetapkan Tersangka Baru Suap PLTU Riau-I

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 23 April 2019 16:51
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Nama pihak yang dijerat dalam kasus ini akan diumumkan pimpinan KPK dalam konferensi pers hari ini.
 
"Ya, sore ini akan kami sampaikan pada masyarakat perkembangan penanganan perkara yang sedang ditangani KPK. Iya, pengembangan perkara PLTU Riau-I," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Kasus ini terbongkar melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Juli 2018. Saat itu, tim KPK menangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dan pemegang saham BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eni dan Kotjo langsung ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan intensif. Dalam pengembangan kasus ini, KPK kemudian menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Eni bersama Idrus diduga menerima suap dari Johannes.
 
Pemberian suap untuk membantu BlackGold Natural Resources Limited mendapat proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau-I. Proyek tersebut rencananya digarap PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), BlackGold Natural Resources, dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.
 
Eni dan Kotjo telah divonis bersalah dan masing-masing 6 tahun pidana penjara dan 4,5 tahun pidana penjara. Tak hanya Eni dan Kotjo, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta baru saja menjatuhkan hukuman 3 tahun pidana penjara terhadap Idrus Marham.
 
Dalam pengembangan kasus ini, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Pihak yang diduga terlibat itu berasal dari unsur penyelenggara negara.
 
Baca: Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara
 
Kasus ini bermula saat Kotjo melalui Direktur PT Samantaka Batubara Rudy Herlambang mengajukan permohonan dalam bentuk IPP kepada PT PLN Persero terkait rencana pembangunan PLTU. Namun, lantaran tidak ada tanggapan dari PLN, Kotjo menemui Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar saat itu Setya Novanto untuk meminta bantuan agar dipertemukan dengan PLN.
 
Menyanggupi permintaan Kotjo, Novanto mengenalkan Kotjo dengan Eni selamu anggota Komisi VII DPR yang membidangi energi. Dalam upaya membantu Kotjo, Eni pun bertemu dengan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Utama PLN Sofyan Basir.
 
Sayangnya, Febri masih enggan menyebut Penyelenggara Negara lain yang menyandang status tersangka kasus ini. Febri meminta masyarakat bersabar menunggu konferensi pers yang akan disampaikan KPK.
 
"Nanti selengkapnya akan disampaikan saat konferensi pers," pungkas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif