Alasan KPK Belum Tahan RJ Lino

Sunnaholomi Halakrispen 04 Desember 2018 20:40 WIB
rj lino
Alasan KPK Belum Tahan RJ Lino
Mantan Direktur Utama Pelindo II Richard J Lino. MI/Barry Fathahilah.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pastikan tak mengabaikan kasus yang menjerat eks Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino RJ Lino). Hingga kini RJ Lino belum ditahan, meski kasus telah bergulir selama tiga tahun di KPK. 

"Keliru kalau dibilang diabaikan. Penyidikan masih terus berjalan, ada kebutuhan perhitungan kerugian negara yang jauh lebih rinci yang perlu kami lakukan," ujar Febri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018.

Febri mengatakan, penyidik tengah mencari bukti di negara lain. Apabila bukti belum ditemukan, KPK belum dapat ditahan.


"Tergantung bukti sebenarnya, kalau buktinya sudah lengkap untuk kebutuhan proses penahanan tentu akan dilakukan. Kalau sudah penahanan itu artinya sudah ada batas waktu yang diatur oleh undang-undang," pungkasnya.

Baca: KPK Bantah Lambat Tuntaskan Kasus RJ Lino

KPK telah menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II.

RJ Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC. 

Atas perbuatannya, Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015, namun pengusutan kasus dugaan korupsi di Pelindo II itu belum juga rampung bahkan penyidik belum menahan RJ Lino. Dia yang kini menjadi Komisaris PT JICT terakhir diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016 lalu.

Baca: KPK Janji Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi di Pelindo II



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id