Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan

BPKP Hitung Kerugian Negara dari Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda

Antara • 25 Februari 2022 15:09
Jakarta: Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sedang menghitung potensi kerugian negara atas kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Eri Satriana mengatakan proses penghitungan sedang berjalan.
 
"Kalau untuk selesai kami belum dapat memastikan kapan selesainya, tapi yang jelas ketika BPKP diminta menghitung kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat udara kita langsung berproses," kata dia dilansir Antara, Jumat, 25 Februari 2022.
 
Eri menjelaskan BPKP diminta menghitung kerugian negara oleh Kejaksaan Agung. Selanjutnya, BPKP akan menyampaikan hasilnya apabila proses penghitungan sudah selesai.
 
Baca: 3 Modus Korupsi di Garuda Indonesia
 
"Ya, kita (BPKP) memang diminta secara resmi oleh Kejaksaan Agung untuk menghitung kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat di maskapai Garuda Indonesia," jelas dia.
 
Adapun penghitungan kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat Bombardir CRJ 1000 dan pesawat ATR 72-600 PT Garuda Indonesia. Permintaan ditujukan melalui surat resmi dari Kejaksaan Agung tertanggal 21 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dilakukan 2 kali ekspose, pertama tanggal 14 Februari 2022 dan kedua tanggal 21 Februari 2022," tuturnya.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif