Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus (Foto:Dok.DPR RI)
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus (Foto:Dok.DPR RI)

Aparat Diminta Tegas Beri Sanksi Pelanggar PSBB

Nasional berita dpr
Intan Yunelia • 12 Mei 2020 16:04
Jakarta: Aparat keamanan dituntut tegas selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Khususnya, penyekatan di perbatasan yang menjadi lalu lintas keluar masuk masyarakat dari luar daerah.
 
“Tidak ada istilah terkecoh atau merasa segan dan kompromi. Apalagi diakal-akali pula dengan berbagai alasan dan modus. Ketegasan aparat dan ASN sangat dituntut di daerah perbatasan. Hal ini agar pelaksanaan PSBB berjalan sesuai harapan,” kata Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus, dinukildpr.go.id, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Politikus PAN ini menilai pelaksanaan PSBB yang sudah berlangsung kurang maksimal dan tidak efektif. Tingkat kepatuhan masyarakat masih rendah karena ketidaktegasan aparat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa contoh kejadian di perbatasan Sumatera Barat dan Riau yang viral di media sosial. Masyarakat menyuap oknum aparat agar diperbolehkan melintas masuk ke Sumatera Barat yang sedang diberlakukan PSBB.
 
“Begitu juga di Sukabumi dan perbatasan lain di Jawa Barat, sopir travel kejar-kejaran dengan petugas, dan banyak lagi kasus pelanggaran lainnya di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
 
Menurutnya, sanksi persuasif dan ringan membuat masyarakat membandel, tetap melanggar PSBB.
 
Lebih lanjut, Guspardimengapresiasi beberapa daerah yang mengancam memberikan sanksi pidana ringan terhadap pelanggar PSBB.
 
“Beberapa kasus itu diharapkan menjadi pelajaran bagi daerah lainnya dan diminta betul aparat keamanan dan ASN yang bertugas 'mengamankan' daerah perbatasan untuk bekerja ekstra keras dan tegas menegakkan aturan,” katanya.
 
Ia meminta SOP pendatang dari luar daerah harus diperhatikan. Aparat tak segan menolak masuk pendatang terlebih dari zona merah penyebaran covid-19. Jangan diberi ruang kelonggaran sedikit pun. Selama ini, masih ada celah dan kelonggaran di lapangan.
 
Ia memaparkan dari data yang didapat pada Senin, 11 Mei 2020, terkonfirmasi positif korona mencapai 14 ribu orang. Melihat angka yang tinggi tersebut, semua pihak termasuk masyarakat diminta untuk mematuhi penerapan PSBB.
 
"Kita tidak usah mencari siapa yang salah saat ini sehingga berdampak terhadap bertambahnya korban positif korona. Butuh kebersamaan dan kekompakan kita dalam menangani wabah korona. Di sinilah makna kebersamaan dan kekompakan yang diharapkan dalam memutus mata rantai penyebaran virus korona,” ucapnya.
 

(ROS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif