medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama siap memenuhi panggilan Komisi pemberantasan korupsi terkait kasus Rumah Sakit Sumber Waras. Ahok dijadwalkan diperiksa KPK pada Selasa, 12 April.
"Saya dipanggil KPK tapi soal Sumber Waras. Dateng dong, saya sudah pernah dipanggil Bareskrim, dipanggil BPK (Badan Pemerika Keuangan (BPK). Dipanggil KPK kan ya lumayan sudah kariernya bagus," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).
Menurut Ahok, KPK masih membutuhkan keterangannya terkait dugaan penyimpangan pembelian lahan RS Sumber Waras. Ahok bilang, pemanggilan dirinya tidak berkaitan dengan kasus dugaan suap reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.
"KPK merasa sudah cukup keterangan mereka pasti nggak panggil. Kalau merasa nggak yakin pasti panggil saya,"imbuhnya.
KPK diketahui sudah mengantongi hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan terkait pembelian lahan RS Sumber Waras pada 7 Desember. BPK menemukan enam penyimpangan dalam pembelian lahan RS seluas 3,7 hektare untuk membangun pusat pengobatan kanker dan jantung itu.
Anggota BPK Eddy Mulyadi Soepardi menjelaskan, penyimpangan sudah terjadi sejak awal. "Perencanaan, penganggaran, pembentukan tim pengadaan pembelian lahan, pembentukan harga, dan penyerahan hasil," kata Eddy pada 7 Desember.
BPK menilai proyek ini merugikan Pemprov DKI Jakarta sebanyak Rp191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga nilai jual objek pajak (NJOP) pada lahan di sekitar dengan di rumah sakit. BPK mengindikasikan adanya penggelembungan harga dalam pembelian tanah.
Namun, di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengahadapi gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Alasan praperadilan lantaran KPK belum juga menaikkan status perkara ke penyidikan.
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama siap memenuhi panggilan Komisi pemberantasan korupsi terkait kasus Rumah Sakit Sumber Waras. Ahok dijadwalkan diperiksa KPK pada Selasa, 12 April.
"Saya dipanggil KPK tapi soal Sumber Waras. Dateng dong, saya sudah pernah dipanggil Bareskrim, dipanggil BPK (Badan Pemerika Keuangan (BPK). Dipanggil KPK kan ya lumayan sudah kariernya bagus," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).
Menurut Ahok, KPK masih membutuhkan keterangannya terkait dugaan penyimpangan pembelian lahan RS Sumber Waras. Ahok bilang, pemanggilan dirinya tidak berkaitan dengan kasus dugaan suap reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta.
"KPK merasa sudah cukup keterangan mereka pasti nggak panggil. Kalau merasa nggak yakin pasti panggil saya,"imbuhnya.
KPK diketahui sudah mengantongi hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan terkait pembelian lahan RS Sumber Waras pada 7 Desember. BPK menemukan enam penyimpangan dalam pembelian lahan RS seluas 3,7 hektare untuk membangun pusat pengobatan kanker dan jantung itu.
Anggota BPK Eddy Mulyadi Soepardi menjelaskan, penyimpangan sudah terjadi sejak awal. "Perencanaan, penganggaran, pembentukan tim pengadaan pembelian lahan, pembentukan harga, dan penyerahan hasil," kata Eddy pada 7 Desember.
BPK menilai proyek ini merugikan Pemprov DKI Jakarta sebanyak Rp191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga nilai jual objek pajak (NJOP) pada lahan di sekitar dengan di rumah sakit. BPK mengindikasikan adanya penggelembungan harga dalam pembelian tanah.
Namun, di tengah penyelidikan perkara ini, KPK mengahadapi gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Alasan praperadilan lantaran KPK belum juga menaikkan status perkara ke penyidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)