Rizal Ramli Diminta Hadiri Panggilan Polisi

Siti Yona Hukmana 23 Oktober 2018 02:34 WIB
rizal ramli
Rizal Ramli Diminta Hadiri Panggilan Polisi
Eks Menteri Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim meminta mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (RR) memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Rizal sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan.

"Saya mendapat info bahwa hari ini panggilan kedua. Panggilan petama RR itu tanggal 8 Oktober 2018. Entah kenapa beliau tidak datang," kata Hermawi kepada Medcom.id di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 22 Oktober 2018.

Keterangan Rizal, kata Hermawi dibutuhkan penyidik untuk membuat terang kasus. Ia percaya penyidik bisa profesional menangani laporan terhadap Rizal Ramli.


"Kita berharap semua sesuai dengan prosedur, RR sportifitas datang mau diperiksa supaya ada progres dan cepat ketahuan siapa yang benar dan tidak benar," ungkap dia.

Hermawi berharap kasus Rizal Ramli bisa jadi pembelajaran bagi publik. Setiap orang, kata dia, harus bisa hati-hati dalam memberikan pernyataan. "Yang sekolah itu bukan cuma otak, mulut juga sekolah," tegasnya.

Hermawi mengaku sengaja datang ke Polda Metro Jaya untuk mengecek perkembangan laporannya terhadap Rizal Ramil. Menurut dia, sikap ini wajar dilakukan oleh seorang pelapor.

Rizal dilaporkan Ketua Badan Advokasi Hukum DPP Partai NasDem Taufik Basari ke polisi karena mengeluarkan pernyataan tentang impor garam dan gula yang berlebih dari kuota seharusnya. Ia menyebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai biang kerok masalah ini.

Namun, Rizal menuding Presiden Joko Widodo tak berani menegur Enggar yang berasal dari Partai NasDem. Alasannya, kata Rizal, Jokowi sungkan dengan Surya Paloh yang merupakan ketua umum Partai NasDem.

Komandan Komando Strategis NasDem (Konstranas) Syahrul Yasin Limpo menilai pernyataan Rizal adalah fitnah keji yang tak berdasar. Pernyataan yang dikeluarkan di beberapa media itu dinilai bertujuan membunuh karakter Surya Paloh.

"Saudara RR juga telah merendahkan martabat Presiden Jokowi dengan menggambarkan sosok yang mudah ditekan pihak lain," kata Syahrul.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id