Bupati Cianjur, Jawa Barat, Irvan Rivano Muchtar, meresmikan dibukanya posko pengaduan data pemilih Oktober lalu. Foto: MI/Benny Bastiandy
Bupati Cianjur, Jawa Barat, Irvan Rivano Muchtar, meresmikan dibukanya posko pengaduan data pemilih Oktober lalu. Foto: MI/Benny Bastiandy

Harta Bupati Cianjur Mencapai Rp2 Miliar

Nasional OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 13 Desember 2018 00:24
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan lima orang lainnnya. Irvan diduga terlibat kasus dugaan suap terkait anggaran pendidikan.
 
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman resmi LHKPN KPK, Irvan tercatat memiliki harta sebanyak Rp2 miliar. Harta kekayaan ini dilaporkan Irvan saat masih menjabat sebagai Anggota DPRD Jawa Barat atau ketika akan maju sebagai calon Bupati Cianjur, pada 22 Juli 2015 lalu.
 
Untuk harta tidak bergerak, Irvan tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Cianjur. Nilai aset harta tidak bergeraknya tersebut mencapai Rp1,4 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irvan juga memiliki harta bergerak berupa mobil Suzuki Swift, Daihatsu Terios, Toyota Alphard, dan satu unit motor Honda Vario. Seluruh aset tersebut sebesar Rp487 juta. Irvan juga mempunyai giro dan setara kas sejumlah Rp121,4 juta.
 
Irvan diketahui terpilih sebagai bupati Cianjur pada Pilkada 2015 lalu. Politikus Partai Golkar itu merupakan anak mantan Bupati Cianjur dua periode, Tjetjep Muchtar Soleh.
 
KPK menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018. Irvan ditetapkan bersama tiga orang lainnya.
 
Mereka di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi; Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin; dan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady. Irvan diduga memotong DAK Pendidikan sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.
 
Dalam kasus ini, Irvan bersama pihak-pihak terkait telah memotong pembayaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar. Ketua Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur, Rudiansyah dan Bendahara MKKS, Taufik Setiawan diduga telah menagih fee dari DAK Pendidikan sekitar 140 kepala sekolah yang telah menerima alokasi dana tersebut.
 
Baca:Bupati Cianjur Tersangka Korupsi Dana Pendidikan
 
Saat operasi tangkap tangan (OTT), tim penindakan juga mengamankan uang senilai Rp1,5 miliar. Uang ini, bukan pemberian tahap pertama. Hingga kini, Cepy belum tertangkap dan masih menjadi buron.
 
Atas perbuatannya, keempat tersangka tersebut dijerat Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif