Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Hakim Agung dan Ad Hoc Tipikor MA Mesti Bebas Cacat Integritas

Nasional mahkamah agung Pengadilan Seleksi Hakim Agung Penegakan Hukum
Fachri Audhia Hafiez • 22 April 2022 17:09
Jakarta: Hakim agung dan ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) di Mahkamah Agung (MA) terpilih dinilai harus bersih dari cacat integritas. Sehingga, kapabilitas hakim dalam menangani kasus, khususnya perkara korupsi tidak diragukan.
 
"Jangan sampai orang-orang yang punya cacat integritas di masa lalu itu terpilih," kata peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zaenur Rohman kepada Medcom.id, Jumat, 22 April 2022.
 
Menurut Zaenur, hakim yang memiliki cacat integritas bisa menjadi kartu as dan bisa dipermainkan oleh pihak lain. Artinya, catatan kelam itu menyandera kinerja hakim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dikhawatirkan sisi negatif dari hakim itu bisa terulang ke depannya. Hakim berpotensi mudah dilemahkan dalam memuat putusan.
 
Baca: Sebagian Calon Hakim di MA Disebut Wajah Lama
 
"Karena ketika mengadili perkara tipikor mereka dalam posisi yang cukup rentan, rentan dari intervensi pihak lain khususnya dalam intervensi dalam bentuk materi atau intervensi oleh kekuasaan," ujar Zaenur.
 
Sosok hakim yang dicari juga mesti jelas rekam jejak di bidang hukum. Terpenting, tidak antipati terhadap upaya negara dalam memberantas korupsi.
 
"Mereka yang selama ini tidak punya keberpihakan yang jelas oleh pemberantasan korupsi ya jangan sampai mereka lolos seleksi," ucap Zaenur.
 
Zaenur menekankan sosok mantan hakim agung Artidjo Alkostar harus dijadikan ukuran menyeleksi calon hakim di MA. Sosoknya yang cerdas, keras, dan tegas memutus perkara korupsi terus dinantikan.
 
Zaenur menilai MA kerap memberi diskon bagi terpidana korupsi belakangan. Situasi tersebut dinilai sebagai sinyal yang keliru dalam upaya pemberantasan korupsi.
 
"Yang dibutuhkan itu agar pemberantasan korupsi juga bisa kembali baik, kenapa? Karena sepeninggal Artidjo pemberantasan korupsi itu mengalami kemunduran," kata Zaenur.
 
Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 21 calon hakim yang lolos seleksi kesehatan dan kepribadian. Jumlah itu terdiri dari 16 calon hakim agung di MA dan lima orang calon hakim ad hoc tipikor di MA.
 
Peserta seleksi yang dinyatakan lolos berhak mengikuti tahapan wawancara. Tahapan itu dilaksanakan pada 25-28 April 2022 di Kantor KY.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif