Ilustrasi medcom.id
Ilustrasi medcom.id

Penculik 12 Anak Mengaku Mantan Napi Teroris, Begini Respons Kalapas Gunung Sindur

Nasional terorisme Penculikan polisi Teroris Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) penculikan anak Kabupaten Bogor
Patrick Pinaria • 13 Mei 2022 14:52
Jakarta: Pelaku penculikan 12 anak bernama Abbi Rizal Afif (ARA) mengaku sebagai mantan narapidana kasus terorisme. Menurut keterangannya, ia sudah dua kali menjalani hukuman pidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor karena terlibat kasus terorisme.
 
Namun, pernyataan ARA langsung dibantah Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Mujiarto. Ia memastikan ARA tidak pernah menjalani pidana di instansi tersebut.
 
"Berdasarkan data yang kami miliki, nama tersebut tidak pernah tercatat menjalani pidana di Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur," ujar Mujiarto dikutip dari Antara pada Jumat, 13 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fakta ini sudah disampaikan Kalapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur kepada Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor. Mujiarto juga memastikan pihaknya siap bekerja sama untuk pengungkapan tindak pidana dan proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian maupun aparat penegak hukum lainnya.

Terungkapnya kasus penculikan 

Kasus penculikan terungkap setelah jajaran Sat Reskrim Polres Bogor melakukan penyelidikan hilangnya anak laki-laki berusia 11 tahun asal Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 8 Mei 2022. Berdasarkan laporan yang diterima, ada satu orang yang dibawa dari lima orang yang diculik oleh tersangka.
 
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil menangkap tersangka. Dalam proses penangkapan, petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan menembak salah satu kakinya. Sebab, tersangka melawan dengan cara menabrak.
 
"Ya pelaku melakukan perlawanan sehingga kami berikan tindakan tegas terukur. Yang bersangkutan berusaha menabrak petugas dengan motor," kata Siswo.
 
Baca: Penculik 10 Anak Mengaku Mantan Napi Teroris 
 
Hasil pengembangan ditemukan 10 orang anak laki-laki dengan rata-rata usia 10-14 tahun diduga korban penculikan. Mereka berasal dari wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan.
 
Anak-anak tersebut berkumpul di satu tempat di sebuah masjid di wilayah Senayan. Mereka disuruh menunggu.
 
Saat diperiksa polisi, ARA mengaku pernah terlibat kasus terorisme. Warga Kota Depok, Jawa Barat, itu mengaku sudah tiga kali menjalani hukuman pidana dan pernah mengikuti pelatihan di Poso selama tujuh bulan.
 
"Kami akan bekerja sama dengan Densus 88 untuk melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap permasalahan ini," kata Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Iman Imanuddin, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Siswo Tarigan mengatakan tersangka yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu baru keluar dari Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Februari lalu. Tersangka tiga kali keluar masuk Lapas.
 
"Dua di antaranya tindak pidana terorisme, satu lainnya keterangan yang bersangkutan terkait perkara penipuan," ucap Siswo.
 
(PAT)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif