Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

KPK Periksa Petinggi Telkomsel

Nasional Suap Bupati Mustafa
Juven Martua Sitompul • 26 Juli 2018 12:30
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Vice President Planning Telkomsel, Indra Mardiatna. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustafa Kamal Pasa (MKP).
 
"Indra Mardiatna diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MKP," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.
 
Selain Indra, KPK juga memanggil Manager Power Operation Telkomsel Freddy Tandiputra, Acount Manager Eksternal PT Telkom Komari dan satu pihak wiraswasta Nano Santoso Hudiarto alias Nono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka diperiksa ‎sebagai saksi untuk tersangka yang sama," pungkas Febri.
 
Belum diketahui jelas apa yang akan didalami penyidik dari para petinggi Telkomsel ini. Namun, sejauh ini para saksi diperiksa guna mendalami aliran dana kepada Mustofa dari sejumlah perusahaan penggarap proyek pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto.
 
Baca: Gerindra Disebut Minta Rp2,5 Miliar ke Bupati Mustafa
 
Selain memeriksa saksi, tim KPK juga telah menggeledah kantor PT Tower Bersama di The Convergence Indonesia dan kantor PT Protelindo di Menara BCA. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen dan surat elektronik, termasuk rekening koran yang diduga berkaitan dengan kasus suap tersebut.
 
KPK sebelumnya menetapkan Bupati Mojokerto nonaktif Mustafa Kamal Pasa sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan gratifikasi.
 
Tak hanya Mustafa, penyidik juga turut menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin, Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Grup Ockyanto, dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya sebagai tersangka.
 
Dalam kasus suap suap perizinan pembangunan menara telekomunikasi, Mustofa diduga menerima suap sebesar Rp2,7 miliar. Sementara pada kasus dugaan gratifikasi terkait proyek di lingkungan pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Mustofa bersama Zainal diduga menerima Rp3,7 miliar.
 

(FZN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif