Suasana kegiatan Sekolah Pemuda Desa. Foto: Dokumentasi KPK
Suasana kegiatan Sekolah Pemuda Desa. Foto: Dokumentasi KPK

KPK Gandeng Pemuda Kelola Keuangan Desa

Nasional kpk keuangan pembangunan desa
Fachri Audhia Hafiez • 22 November 2019 17:37
Jakarta: Sebanyak 60 pemuda dari 20 desa di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti program Sekolah Pemuda Desa. Peserta dibekali pengetahuan tentang desa dan pengelolaan keuangan desa.
 
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kegiatan ini sebagai upaya pencegahan korupsi. Kegiatan ini dikemas secara kreatif dengan menggunakan pendekatan seni dan budaya berbasiskan pemberdayaan masyarakat di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Yogyakarta, pada 22-24 November 2019.
 
"Melalui program ini para pemuda paham bagaimana cara berpartisipasi dalam mengawal dana desa, dan memberikan manfaat dalam mendorong pembangunan desa yang sesuai dengan kebutuhan, dan peruntukan dana desa," kata Febri dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK bekerja sama dengan Kemendes PDTT dan komunitas Ketjilbergerak dalam menjalankan kegiatan ini. Para pakar dan praktisi yang terkait dengan pengelolaan dana desa serta aktivitas pemuda juga dihadirkan sebagai narasumber.
 
Materi yang diberikan antara lain tentang keuangan desa, regulasi terkait pengelolaan dana desa, potensi pemuda untuk pembangunan dan kemajuan desa, modus-modus, serta dampak korupsi dalam pengelolaan dana desa. Tak ketinggalan pemanfaatan keuangan desa untuk perbaikan pelayanan dasar, seperti pendidikan, dan kesehatan.
 
"Program ini bermula dari kegiatan komunitas Ketjilbergerak yang mendorong pelibatan dan partisipasi pemuda desa dalam pembangunan desa. Sasarannya adalah pemuda desa melek informasi tentang pemanfaatan dan pengelolaan dana desa," ujar Febri.
 
Sekolah Pemuda Desa diselenggarakan dalam dua tahap. Kegiatan pertama berlangsung di 16 kabupaten/kota, dan tahap kedua akan diselenggarakan pada 2020 meliputi 13 kabupaten/kota.
 
Peserta harus melewati tahapan untuk mengikuti pelatihan. Mereka harus berusia antara 17-30 tahun. Mereka juga harus mengirimkan karya dalam bentuk tulisan atau video yang berisi tentang potensi, permasalahan, serta usulan dan gagasan untuk membangun desa khususnya terkait pemanfaatan, dan pengelolaan dana desa.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif