Asuransi Jiwasraya. Foto : MI/Ramdani.
Asuransi Jiwasraya. Foto : MI/Ramdani.

Kejagung Pastikan Penyidikan Korupsi di Jiwasraya Dilanjutkan

Nasional asuransi jiwa Jiwasraya
Juven Martua Sitompul • 11 Desember 2019 23:53
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) berjanji bakal menuntaskan skandal dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang bermain di saham gorengan. Pelimpahan kasus dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta ini dipastikan tak menghentikan status penyidikan kasus tersebut.
 
"Kita tinggal lanjutkan proses penyidikannya," kata Kapuspenkum Kejagung, Mukri saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Penyidikan terhadap dugaan korupsi di Jiwasraya berawal dari aduan masyarakat dan Kementerian BUMN. Kejati DKI dan Kejagung pun langsung menindaklanjuti dengan memverifikasi data yang diperoleh dari keterangan puluhan saksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mukri berharap data aduan dari saksi dan Kementerian BUMN jadi petunjuk pengembangan kasus kepada stakeholder pasar modal yang diduga terlibat. Di antaranya, OJK selaku pegawas dan regulator, Manajer Investasi, serta Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Kejagung menduga kasus ini tidak hanya melibatkan manajemen lama. Disinyalir ada banyak pihak yang terlibat dalam skandal tersebut. "Iya sejauh ini masih diverifikasi penyidik," kata Mukri.
 
Dugaan praktik korupsi di tubuh Jiwasraya terjadi pada kepemimpinan Hendrisman Rahim dan Hery Prasetyo yang terkesan asal-asalan dalam menempatkan portofolio investasi perseroan. Awal dari penempatan investasi perseroan terjadi seiring dengan dijualnya produk JS Saving Plan pada 2014 hingga 2018.
 
Produk ini menawarkan persentase bunga tinggi yang cenderung di atas nilai rata-rata berkisar 6,5 persen hingga 10 persen. Berkat penjualan produk ini, persero memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.
 
Manajemen lama menempatkan dana nasabah pada saham-saham gorengan yang dikelola Heru Hidayat dan Benny Tjokro seperti PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Hanson Internationl Tbk (MYRX), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN).
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif