Sejumlah tersangka dihadirkan saat pengungkapan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/10/2019). ANT/Dhemas Reviyanto.
Sejumlah tersangka dihadirkan saat pengungkapan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/10/2019). ANT/Dhemas Reviyanto.

Polri Gagalkan Pemberangkatan 48 Pekerja Migran Ilegal

Nasional buruh migran
Juven Martua Sitompul • 29 Oktober 2019 17:12
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggagalkan pemberangkatan 48 warga negara Indonesia (WNI) yang hendak dijadikan pekerja migran di wilayah Timur Tengah. Sebanyak 48 WNI ini rencananya diberangkatkan secara ilegal.
 
“Polri kembali berhasil menggagalkan TPPO (tindak pidana perdagangan orang) yang rencananya akan dikirim ke wilayah Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan UEA, Abu Dhabi,” kata Kasubag Berita Biro Penmas Divisi Humas Polri Ajun Komisaris Besar Polisi Alfian Nurnas di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.
 
Wadir Tipidum Bareskrim Polri Komisaris Besar Agus Nugroho mengatakan pembongkaran kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang curiga melihat banyak perempuan ditampung di satu rumah di wilayah Ceger, Jakarta Timur. Puluhan perempuan itu berasal dari berbagai daerah yakni Jawa Barat, Lampung, Kalimantan, NTB, dan NTT.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dari Jawa Barat 34 orang, dari Cianjur 13 orang, Purwakarta 3 orang, Sukabumi 5 orang, Majalengka 3 orang. Lebih lanjut dari Lampung 5 orang, Lombok 2 orang, Samarinda 1 orang, dan dari NTT 6 orang,” ujarnya.
 
Dari hasil pemeriksaan awal, puluhan orang itu akan diberangkatkan ke Abu Dhabi dan Arab Saudi untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga melalui sebuah perusahaan HKN. Enam orang dari perusahaan tersebut telah ditangkap.
 
Keenam orang tersebut yakni AR selaku Direktur Utama, AC selaku keuangan, AW selaku staf kantor, AMR selaku pembuat paspor, TK selaku pengurus tiket, dan MM selaku penjaga asrama.
 
“Modus operandinya kurang lebih sama dengan yang terdahulu. Mereka bujuk rayu keluarga, calon PMI (pekerja migran Indonesia) menjanjikan pekerjaan dengan gaji yang cukup menjanjikan, bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp5 juta per bulan atau 1200 real,” ujarnya.
 
Dari para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Seperti 25 paspor, 25 visa, 25 printout e-ticket, dan 1 komputer. Rencananya 48 calon PMI ini akan diberangkatkan hari ini dan besok.
 
“Tapi alhamdulillah tadi malam kami berhasil menggagalkannya, sehingga 48 calon PMI yang merupakan korban bisa kami selamatkan, saat ini masih dalam pengamanan kami di Mako Bareskrim untuk selanjutnya kami limpahkan ke Kemensos. Ke Rumah Perlindungan,” katanya.
 
Para pelaku dijerat Pasal 4 Jo Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 86 UU Nomor 18 Tahun 2017 PPMI dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp600 juta.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif