Ilustrasi suap. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi suap. Foto: Medcom.id.

Kontraktor Didakwa Menyuap Bupati Lamteng Rp5 Miliar

Nasional Suap Bupati Mustafa
Fachri Audhia Hafiez • 09 September 2019 18:56
Jakarta: Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto alias Awi didakwa menyuap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa Rp5 miliar. Suap terkait proyek jalan di lingkungan Kabupaten Lampung Tengah.
 
"Terdakwa memberi sesuatu berupa uang yang seluruhnya sejumlah Rp5 miliar kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 9 September 2019.
 
Jaksa Ali mengatakan suap diserahkan melalui perantara Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah, Taufik Rahman. Uang diberikan sepanjang Agustus hingga November 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mustafa memerintahkan Taufik mengumpulkan komitmen fee dari rekanan dan/atau calon rekanan pada Mei 2017. "Terdakwa mengatakan 'saya butuh uang untuk nyalon Gubernur Lampung, sehingga kebutuhan banyak. Minta tolong dicairkan uang, nanti lewat siapanya dari rekanan yang biasa kerja di Lampung Tengah'," ujar Jaksa Ali.
 
Pengumpulan fee untuk memenuhi permintaan uang oleh DPRD Lampung Tengah.
Uang untuk pengesahan APBD Lampung Tengah dan persetujuan pinjaman pemerintah setempat kepada PT Sarana Multi Insfratruktur (SMI). Pinjaman Rp300 miliar untuk kepentingan pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah.
 
Mustafa memerintahkan Taufik dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Madani, membahas rencana penggunaan dana pinjaman. Keduanya diminta menyiapkan usulan jalan serta jembatan yang menjadi prioritas pembangunan di Lampung Tengah.
 
Taufik diminta mencari pengusaha untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan beton yang anggarannya berasal dari pinjaman PT SMI. Namun pengusaha yang memperoleh proyek itu harus memberikan komitmen fee 20 persen dari nilai pekerjaan.
 
Awi menerima tawaran itu dan berjanji memberikan komitmen fee Rp5 miliar secara bertahap kepada Mustafa. Pemberian fee diserahkan melalui Manager PT Sorento Nusantara, Tafip Agus Suyono. Tafip juga memberikan Rp300 juta kepada staf Taufik, Rusmaladi alias Ncus.
 
Awi menyanggupi pengerjaan proyek Jalan Kalirejo-Sendang Agung di wilayah barat Kabupaten Lampung Tengah. Total proyek yang digarap senilai Rp42,3 miliar.
 
Mustafa juga menerima komitmen fee dari Pemilik PT Purna Arena Yudha (PAY) Simon Susilo Rp7,5 miliar. Simon menggarap proyek yang anggarannya bersumber dari dana pinjaman PT SMI. Total komitmen fee yang diterima Mustafa dari Awi dan Simon Rp12,5 miliar.
 
Ncus melaporkan pengumpulan uang ke Taufik, setelah itu dilaporkan Taufik pada Mustafa. Taufik lalu menyerahkan uang kepada beberapa anggota DPRD Lampung Tengah secara bertahap atas perintah Mustafa.
 
Legislator yang menerima uang itu di antaranya:
1. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung Tengah, Raden Zugiri, Rp1,5 miliar.
2. Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, Natalis Sinaga, Rp2 miliar
3. Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung Tengah, Bunyana alias Attubun, Rp2 miliar
4. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Tengah, Zainuddin, Rp1,5 miliar
5. Ketua DPRD Lampung Tengah, Achmad Junaidi Sunardi, Rp1,2 miliar.
 
Sisa uang lalu diserahkan Ncus kepada Taufik. Aksi itu diketahui KPK. Mustafa, Taufik dan beberapa legislator Lampung Tengah ditangkap dalam operasi tangkap tangan.
 
Simon didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
Mustafa lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018. Dalam kasus itu Mustafa divonis tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
Kemudian, Mustafa kembali ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah tahun anggaran 2018 pada Januari 2019.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif