Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Muchammad Romahurmuziy (Romy). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Muchammad Romahurmuziy (Romy). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Romahurmuziy Tak Nyaman Sempitnya Rutan KPK

Nasional OTT Romahurmuziy
Fachri Audhia Hafiez • 11 September 2019 14:49
Jakarta: Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Muchammad Romahurmuziy (Romy) meminta dipindahkan dari rumah tahanan (rutan) di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur. Romy mengeluh rutan KPK sempit.
 
"Sebenarnya yang menjadi persoalan utama adalah sangat terbatasnya ruangan saat ini hanya 4x7 meter. (Ruangan) digunakan untuk 25 orang. Sekaligus tempat ibadah, nonton televisi, main remi, dan juga untuk makan, bersosialisasi," kata Romy di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2019.
 
Mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan ruangan sempit membuatnya sulit beribadah. Hal itu juga membuat penyakit ginjalnya kerap kambuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuasa Hukum Romy, Maqdir Ismail, mengaku telah menyampaikan surat permohonan pemindahan ke majelis hakim. Ia berharap surat pemindahan dikabulkan pekan depan.
 
"Sejak awal, ginjalnya ini (sakit) sempat satu bulan beliau dirawat, dengan kondisi di sana sekarang yang tentunya mengakibatkan stres. Kami harapkan beliau dipindahkan sehingga tidak mengalami sakit dan lancar menjalankan persidangan ini," ujar Maqdir usai persidangan.
 
Romy didakwa menerima suap Rp325 juta dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.
 
Suap diterima Romy secara bertahap dari Januari hingga Maret 2019. Perbuatan rasuah Romy diduga dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Haikim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.
 
Romy didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif