Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Istimewa
Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Istimewa

Tim Jaguar dan Sejenisnya Ditiadakan, Gara-gara Sering Blunder?

Nasional polisi hak asasi manusia Aipda Monang Parlindungan Ambarita Polda Metro Jaya Polda Metro Bentuk Tim Khusus
Adri Prima • 31 Oktober 2021 06:09
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran menegaskan pihaknya bakal menertibkan tim patroli khusus di setiap polres. Nantinya tidak ada lagi tim Jaguar, Raimas Backbone dan lain-lain. 
 
"Supaya jangan ada lagi ada (tim) jaguar, kobra, apalagi itu tim ketupat sayur, tim lele, apa itu macam-macam. Akhirnya, dia tumbuh berkembang sendiri suka-suka dia," ujar Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Belakangan ini, tim-tim patroli khusus yang beroperasi malam hari memang kerap dinilai sering menyalahi standar operasional prosedur. Kegiatan patroli yang selalu didokumentasikan dan diunggah ke media sosial perlahan justru jadi bumerang sendiri bagi tim-tim khusus tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain SOP yang tidak tepat, para pentolan tim-tim khusus itu juga tak jarang berimprovisasi dalam hal pendekatan hukum yang ujung-ujungnya malah jadi blunder. 
 
Salah satu contoh yang belum lama ini viral yakni insiden Aipda Ambarita dari tim Raimas Backbone, tim patroli khusus Polres Jakarta Timur yang menggeledah seorang pemuda hingga memeriksa isi ponsel pria tersebut.
 
Dalam video yang viral di media sosial, si pemuda tidak terima ponselnya diperiksa anggota polisi. Ia beralasan dirinya bukan seorang kriminal, lalu informasi dalam ponsel itu adalah ranah pribadinya.
 
Kemudian, Aipda Ambarita datang dan bersikeras kalau penggeledahan ponsel merupakan salah satu kewenangan polisi dalam pemeriksaan identitas. Ambarita malah menanyakan undang-undang yang mengatur tentang privasi kepada remaja tersebut. Bahkan, dia menantang pemuda itu untuk adu data siapa benar dan salah dalam hal pemeriksaan ponsel.
 
"Tugas polisi memeriksa identitas, nggak dibuat di situ memeriksa KTP tapi identitas. Tahu kau defenisi identitas, nah pengenalan identitasnya ini (ponsel). Harus tahu kami siapa kau, kalau ada rencana pembunuhan di situ (ponsel), emang saya kenal dengan kau," kata Ambarita dengan nada tinggi dan gestur menyudutkan.
 
Cuplikan video itu menjadi viral di media sosial. Imbasnya, Aipda Ambarita harus berurusan dengan Propam Polda Metro Jaya karena melakukan pelanggaran prosedur saat memeriksa ponsel. Ambarita pun akhirnya dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya. 
 
Tak hanya itu, efek video viral tersebut juga membuat institusi Polri menjadi bahan olok-olokan netizen di seluruh platform media sosial. 

Polda Metro Jaya siapkan tim yang berkualitas dari segala aspek 


Untuk mengganti tim-tim khusus sebelumnya, Polda akan membentuk tim terlatih dari berbagai aspek. Tim tersebut dipastikan dibekali standar operasional prosedur dalam menindak pelanggar hukum. Hal ini meliputi penggunaan senjata, pengetahuan hak asasi manusia (HAM), hingga keahlian berkomunikasi. 
 
"Kalau ketemu orang mabuk bagaimana dia mengecek kadar alkohol dalam darahnya. Nggak seperti sekarang debat kusir, nggak jelas," tegas Mohammad Fadil Imran.
 
Tim yang akan bertugas saat malam hari dari pukul 22.00-05.00 WIB itu juga dibekali SOP pengeledahan. Hal ini mengingat adanya polemik saat 'polisi artis' Aipda Monang Parlindungan Ambarita diduga melanggar prosedur saat memeriksa ponsel warga.
 
"Ini akan menjadi wajah baru Polda Metro Jaya, polisi di malam hari. Pokoknya no place to hide. Semua akan pasti ditemukan bila ingin melakukan kejahatan di Jakarta," tegasnya.
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif