Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Foto: MI
Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Foto: MI

Munarman Bersikukuh Jadi Korban Fitnah Dugaan Terorisme

Fachri Audhia Hafiez • 01 Desember 2021 13:55
Jakarta: Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengeklaim jadi korban fitnah kasus dugaan keterlibatan dalam pembaiatan terorisme. Dia berstatus tersangka dalam perkara itu.
 
"Karena kasus saya ini adalah fitnah besar terhadap diri saya, tidak sesuai dengan kenyataan apa yang ada dalam diri saya," kata Munarman melalui sambungan video saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu, 1 Desember 2021.
 
Munarman juga menyinggung mengenai berkas berita acara pemeriksaan (BAP) para saksi yang belum diberikan. Dia meminta seluruh berkas yang berkaitan diberikan untuk pembelaannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa belum memberikan BAP saksi maupun ahli karena merujuk Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Beleid itu menyebutkan dalam penyidikan dan pemeriksaan di sidang pengadilan, saksi dan orang lain yang bersangkutan dengan tindak pidana terorisme dilarang menyebutkan nama atau alamat pelapor atau hal-hal lain yang memberikan kemungkinan dapat diketahuinya identitas pelapor.
 
"Oke kalau ini yang jadi dasar hukumnya. Silakan ditutup saja identitasnya di BAP kalau untuk kami, kan bisa fotokopi, ditutup," ucap Munarman.
 
Kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar, mengatakan hakim mengabulkan permohonan BAP tersebut. Namun, dengan catatan nama-nama saksi tidak dibeberkan.
 
"Bahwa kita keberatan mengani BAP. BAP kita hanya menerima tersangka. Padahal, menurut KUHAP itu harus menjadi hak dari kami, dari kuasa hukum, dan terdakwa. Alhamdulillah itu diakomodir oleh pihak majelis hakim," ucap Aziz usai persidangan.
 
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur resmi menunda pembacaan surat dakwaan kasus dugaan keterlibatan pembaiatan terorisme dengan terdakwa Munarman. Penundaan terkait dengan sejumlah permintaan dari kubu Munarman.
 
Baca: Pengadilan Munarman: Ngotot Sidang Offline Hingga Bawa-bawa Rizieq Shihab
 
Sidang Munarman akan dilanjutkan pada Rabu, 8 Desember 2021. Agenda masih dengan pembacaan surat dakwaan.
 
Pantauan Medcom.id, persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan hari ini dilakukan secara terbatas. Awak media tidak diperbolehkan masuk ke ruang sidang. 
 
Persidanganan hanya bisa dipantau melalui pengeras suara yang disediakan oleh pihak pengadilan. Ruang sidang hanya diisi oleh majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan kuasa hukum Munarman. Sedangkan, Munarman mengikuti sidang dari rumah tahanan (rutan).
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif