Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri

KPK Jawab Tudingan Penanganan Kasus RJ Lino Tak Sesuai Aturan

Nasional survey KPK kasus korupsi rj lino
Candra Yuri Nuralam • 20 Mei 2021 07:46
Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Persero, Richard Joost (RJ) Lino, menuding pengusutan perkara korupsi tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2010 tak sesuai aturan. Lembaga Antikorupsi membantah itu.
 
"KPK (menerima laporan) melalui unit pengaduan masyarakat pada 5 Maret 2014 yang kemudian ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan," kata Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Mei 2021.
 
Ali menuturkan pihaknya memulai pendalaman kasus dengan memeriksa 18 saksi. Sejumlah saksi yang diperiksa, yakni Lino, ahli, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dilakukan pula beberapa kali gelar perkara (ekspose) mengenai perkembangan penyelidikan di hadapan pimpinan KPK dan pejabat struktural di Kedeputian Penindakan sehingga disepakati telah ditemukannya adanya bukti permulaan yang cukup," ujar Ali.
 
(Baca: KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan RJ Lino)
 
Lembaga Antikorupsi memulai penyidikan kasus dengan menetapkan Lino sebagai tersangka pada 2016. Lalu, lima tahun setelahnya Lembaga Antikorupsi menahan Lino dengan telah memeriksa 77 saksi.
 
"Penahanan tersangka RJL (RJ Lino) dilakukan berdasarkan aturan hukum dan KPK memberitahukan kepada pihak keluarga," tutur Ali.
 
KPK juga menyita sejumlah barang bukti setelah lima tahun mengusut dugaan korupsi Lino. Semua barang yang disita mendapat izin dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK dan dibuatkan berita acara penyitaan.
 
Lino mengajukan gugatan praperadilan atas penanganan kasus dan penahanannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia memohon dibebaskan.
 
Sementara itu, Lembaga Antikorupsi meminta hakim menolak permohonan Lino. Praperadilan masih berjalan saat ini.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif