Jakarta: Operasi Ketupat 2023 untuk mengamankan periode mudik yang digelar Polri telah berakhir. Korps Bhayangkara segera menggelar evaluasi giat tersebut.
"Nanti Ops (bagian operasional Polri) yang siapkan bahan (evaluasi)-nya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho saat dikonfirmasi, Selasa, 2 Mei 2023.
Sandi mengatakan Operasi Ketupat 2023 berlangsung selama 14 hari. Tepatnya, mulai 18 April hingga 1 Mei 2023.
Sekitar 148 ribu personel gabungan diterjunkan dalam giat itu. Sebanyak 2.787 pos didirikan untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam seluruh rangkaian lebaran.
"(Sebanyak) 1.857 pos pengamanan berfungsi untuk pusat informasi, pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas, serta memastikan keamanan maupun ketertiban pada objek wisata," ujar Sandi.
Sandi menyebut 713 pos berfungsi sebagai tempat istirahat pengemudi. Kemudian, tempat manajemen rest area, pelayanan kesehatan, pemberian takjil gratis, dan berbagai layanan lainnya.
"Serta 217 pos terpadu untuk pusat operasi secara terintegrasi bersama stakeholder terkait dan dilengkapi dengan command center terpadu," jelas jenderal bintang dua itu.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Jakarta:
Operasi Ketupat 2023 untuk mengamankan periode
mudik yang digelar Polri telah berakhir.
Korps Bhayangkara segera menggelar evaluasi giat tersebut.
"Nanti Ops (bagian operasional Polri) yang siapkan bahan (evaluasi)-nya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho saat dikonfirmasi, Selasa, 2 Mei 2023.
Sandi mengatakan Operasi Ketupat 2023 berlangsung selama 14 hari. Tepatnya, mulai 18 April hingga 1 Mei 2023.
Sekitar 148 ribu personel gabungan diterjunkan dalam giat itu. Sebanyak 2.787 pos didirikan untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam seluruh rangkaian lebaran.
"(Sebanyak) 1.857 pos pengamanan berfungsi untuk pusat informasi, pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas, serta memastikan keamanan maupun ketertiban pada objek wisata," ujar Sandi.
Sandi menyebut 713 pos berfungsi sebagai tempat istirahat pengemudi. Kemudian, tempat manajemen
rest area, pelayanan kesehatan, pemberian takjil gratis, dan berbagai layanan lainnya.
"Serta 217 pos terpadu untuk pusat operasi secara terintegrasi bersama stakeholder terkait dan dilengkapi dengan command center terpadu," jelas jenderal bintang dua itu.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)