Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.

KPK 'Garap' Komisaris Garuda Indonesia

Nasional emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 12 Desember 2019 10:53
Jakarta: Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Eddy Purwanto Poo dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero).
 
“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HDS (Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.
 
Penyidik juga memanggil mantan VP Aircraft Maintenance Management Garuda Indonesia Batara Silaban, Senior Manager Engine Management Garuda Indonesia Azwar Anas, dan VP Enterprise Risk Management and Subsidiaries Garuda Indonesia, E Enny Kristiani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, CEO PT ISS Indonesia Elisa Lumbatoruan, mantan VP Aircraft Maintenance Garuda Indonesia Dodi Yasendri, dan seorang ibu rumah tangga bernama Dessy Fadjriaty.
 
“Pemeriksaan keenam saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka yang sama,” kata Febri.
 
Hadinoto bersama mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero). Ketiganya diduga menerima sejumlah uang dari perusahaan Rolls-Royce atas pengadaan pesawat tahun anggaran 2008-2013.
 
Emirsyah dan Soetikno menerima suap dalam bentuk uang transfer dan aset senilai USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris, Rolls-Royce. Pemberian suap melalui Soetikno dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.
 
Suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. Emirsyah juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dari hasil pengembangan, Emirsyah dan Soetikno kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPU. Emirsyah diduga membeli rumah yang beralamat di Pondok Indah senilai Rp5,79 miliar.
 
Emirsyah juga diduga mengirimkan uang ke rekening perusahaannya di Singapura sebanyak USD680 ribu dan EUR1,02 juta. Termasuk, melunasi apartemennya di Singapura seharga SGD1,2 juta. Uang itu diduga dari hasil suap pengadaan pesawat di perusahaan pelat merah tersebut.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif