Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jejak Makar Eks Kapolda Metro Jaya Ditemukan di Video

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 10 Juni 2019 16:47
Jakarta: Mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Purn) Mochammad Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. Penatapan tersangka dilakukan sebelum Lebaran 2019 kemarin.
 
"Kemarin Rabu, 29 Mei kita sudah gelar perkara dan kemudian dari hasil gelar perkara statusnya kita naikkan menjadi tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin, 10 Juni 2019.
 
Penetapan tersangka dari hasil gelar perkara dan pemeriksaan sejumlah saksi.Sofyan sendiri juga telah diperiksa sebagai saksi sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi gini, itu adalah laporan pelimpahan dari Bareskrim yang sudah kita lakukan penyidikan. Kemarin kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kemudian yang bersangkutan juga kita sudah lakukan pemeriksaan saksi," ujar Argo.
 
Dari hasil pemeriksaan saksi dan gelar perkara, kata Argo, Sofyan diduga kuat telah melakukan upaya makar. Bukti dugaan diambil dari ucapannya dalam sebuah video.
 
"Bukti makar, ada ucapan dalam bentuk video," sebut Argo.
 
Namun, Argo tak memerinci ucapan seperti apa yang dilontarkan Sofyan di video tersebut. Ucapan Sofyan telah memenuhi unsur kategori upaya makar.
 
"Saya enggak lihat videonya. Tapi, Tentunya penyidik lebih paham, lebih tahu, penyidik sudah mengumpulkan bukti. Namanya sudah menetapkan sebagai tersangka berarti sudah memenuhi unsur," terang Argo
 
Argo mengatakan, Sofyan menjadi terlapor di Bareskrim Polri. Laporan dilayangkan seseorang bersamaan dengan tersangka lainnya Eggi Sudjana.
 
"Ada satu laporan di Mabes Polri yang terlapornya banyak itu, ya termasuk bapak itu (Sofyan)," imbuh Argo.
 
Sofyan disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif