Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy

Itjen Kemenpora Dipanggil KPK

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Fachri Audhia Hafiez • 08 Januari 2019 11:19
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Inspektorat Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Itjen Kemenpora) Pangestu Adi W. Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun anggaran 2018.
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EFH (Ending Fuad Hamidy, Sekretaris Jenderal KONI)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa, 8 Januari 2019.
 
Masih dalam perkara yang sama, KPK juga memanggil Staf Bidang Perencanaan KONI, Suradi. Namun, dia dipanggil untuk tersangka Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belum diketahui pasti peran para saksi itu. Kuat dugaan mereka akan dimintai keterangan soal penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora.
 
KPK sebelumnya juga telah memeriksa pejabat Kemenpora. Dia ialah Miftahul Ulum, staf pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi.
 
Baca: Korupsi Dana Hibah Masuk Rekening Pejabat Kemenpora
 
Miftahul mengaku dicecar penyidik soal tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di Kemenpora. "Saya hanya ditanya tugas pokok dan fungsi saya sebagai staf pribadi," kata Miftahul usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Dalam perkara ini, lembaga antirasuah telah menetapkan Deputi IV Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana sebagai tersangka. Dia ditetapkan bersama empat orang lainnya pascatertangkap tangan, Selasa, 18 Desember 2018.
 
Mereka ialah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy; Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy; Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora Adi Purnomo; dan Staf Kementerian Pemuda Olahraga Eko Triyanto. Adi dan Eko diduga menerima suap Rp318 juta dari Ending dan Jhony.
 
Ending dan Jhony selaku pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Sedangkan Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 123 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah dlubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif