medcom.id, Jakarta: Mabes Polri berharap berbagai pihak tak terlalu menyoalkan jika polisi parlemen dipimpin seorang jenderal bintang satu. Dia juga berharap publik tak tendensius soal susulan polisi parlemen.
"Ya boleh-boleh saja lah itu, jangan terlalu tendesius lah menanggapi hal itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).
Korps Bhayangkara masih akan mengkaji usulan polisi parlemen. Kelak, yang menentukan adalah pimpinan polri, termasuk di dalam hasil rapat dan masukan masyarakat. "Ini kembali lagi, tergantung pimpinan dan hasil rapat. Kira-kira tepat atau tidak," ungkapnya.
Kepala Badan Urusan Rumah Tangga DPR Roem Kono mengusulkan adanya polisi parlemen. Mekanisme penjagaan DPR perlu ditingkatkan.
Tidak hanya dari Pengamanan Dalam (Pamdal) atau sebagian polisi yang tergabung dalam Direktorat Pengamanan Obyek Vital. Dia menilai kedua kelompok pengamanan itu tidak efektif.
Roem menambahkan, usulan adanya polisi parlemen ini, juga belajar dari adu jotos yang terjadi di Komisi VII beberapa waktu lalu. Pemukulan yang diduga dilakukan anggota komisi Mustofa Asseggaf kepada wakil ketua komisi Mulyadi.
medcom.id, Jakarta: Mabes Polri berharap berbagai pihak tak terlalu menyoalkan jika polisi parlemen dipimpin seorang jenderal bintang satu. Dia juga berharap publik tak tendensius soal susulan polisi parlemen.
"Ya boleh-boleh saja lah itu, jangan terlalu tendesius lah menanggapi hal itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).
Korps Bhayangkara masih akan mengkaji usulan polisi parlemen. Kelak, yang menentukan adalah pimpinan polri, termasuk di dalam hasil rapat dan masukan masyarakat.
"Ini kembali lagi, tergantung pimpinan dan hasil rapat. Kira-kira tepat atau tidak," ungkapnya.
Kepala Badan Urusan Rumah Tangga DPR Roem Kono mengusulkan adanya polisi parlemen. Mekanisme penjagaan DPR perlu ditingkatkan.
Tidak hanya dari Pengamanan Dalam (Pamdal) atau sebagian polisi yang tergabung dalam Direktorat Pengamanan Obyek Vital. Dia menilai kedua kelompok pengamanan itu tidak efektif.
Roem menambahkan, usulan adanya polisi parlemen ini, juga belajar dari adu jotos yang terjadi di Komisi VII beberapa waktu lalu. Pemukulan yang diduga dilakukan anggota komisi Mustofa Asseggaf kepada wakil ketua komisi Mulyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)