Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. MI/Susanto
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. MI/Susanto

Novel Absen Rekonstruksi karena Alasan Kesehatan

Nasional novel baswedan
Yurike Budiman • 07 Februari 2020 09:36
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ternyata berada di rumahnya selama Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras. Dia tak ikut reka ulang karena matanya yang rentan iritasi.
 
"Saya melihat ketika menggunakan cahaya (lampu portabel), dan itu berbahaya bagi mata saya, makanya saya menyampaikan untuk tidak mengikuti," kata Novel di rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Kuasa Hukum Novel menginformasikan polisi kliennya tak bisa hadir karena berobat mata di Singapura. Namun, penyidik yang mereka ulang kejadian sempat melihat Novel melintas dan sempat berbincang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novel menjelaskan kuasa hukumnya sudah menyampaikan kepada penyidik ia berangkat ke Singapura Senin, 3 Februari 2020 dan kembali ke Indonesia Rabu,5 Februari 2020. Dia memilih tak ikut rekonstruksi karena mata kanan tak boleh banyak beraktivitas. Terlebih setelah menjalani pemeriksaan sebelumnya di Polda yang berlangsung hingga malam.
 
"Ketika rekonstruksi mau dilakukan, saya melihat tadi malam lokasi jalan dimatikan (lampu jalannya), sehingga saya yakin bahwa akan menggunakan lampu penerangan portabel. Padahal mata kanan saya sensitif sekali dengan cahaya," papar Novel.
 
Matanya yang sensitif ke cahaya ini pula yang jadi alasan Novel selalu memakai topi semenjak menjadi korban penyiraman air keras. Dia menjaga mata kanan dari iritasi yang disebabkan cahaya.
 
"Kegiatan rekonstruksi tadi saya sampaikan ke penyidik bahwa saya tidak bisa mengikuti," ucap dia.
 
Novel Absen Rekonstruksi karena Alasan Kesehatan
Sejumlah anggota kepolisian tiba untuk melakukan rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: Antara Foto/Dhemas Reviyanto
 
Penyidik KPK Novel Baswedan tidak menghadiri rekonstruksi kasus penyiraman air keras, Jumat dini hari, 7 Februari 2020. Reka ulang belasan adegan hanya melibatkan dua tersangka penyiraman dan satu peran pengganti Novel.
 
Novel Baswedan disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata sejak 12 April 2017.
 
Tim Teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Kamis, 26 Desember 2019.
 
Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Ronny dan Rahmat dijerat dengan Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.
 

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif