Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, ketika mengunjungi NF di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani, Jakarta Timur. Medcom.id/Zaenal Arifin
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat, ketika mengunjungi NF di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani, Jakarta Timur. Medcom.id/Zaenal Arifin

Remaja Pembunuh Bocah Alami Kekerasan Seksual 4 Bulan

Nasional pembunuhan kekerasan seksual anak
Zaenal Arifin • 15 Mei 2020 15:47
Jakarta: NF, 15, remaja pembunuh bocah di Jakarta Pusat, pernah menjadi korban kekerasan seksual hingga hamil 14 minggu. Dia dilecehkan orang terdekatnya selama empat bulan sebelum hamil.
 
"Dari Oktober 2019 sampai terakhir bulan Februari 2020. Nah, selama itulah terjadi proses yang sebetulnya posisi dia (NF) menjadi korban (kekerasan seksual)," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat ketika mengunjungi NF di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani, Jakarta Timur, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Pelaku pelecehan seksual NF berjumlah tiga orang. Mereka orang dekat NF yang terdiri atas F, sepupu dari ibu tiri NF; R, cucu dari kakak ibu tiri NF; dan A, pacar NF.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindak kekerasan empat kali dari F dan sembilan kali dari R. Kemudian juga selama proses bulan itu (Oktober-Februari) juga (dilecehkan) oleh pacarnya," jelasnya.
 
Baca: Psikis Remaja Pembunuh Bocah Mulai Membaik
 
Akibat perbuatan tiga orang tersebut, NF saat ini tengah mengandung janin berusia 14 minggu. Muncul dugaan psikis NF terganggu karena pelecehan tersebut dan berbuntut pembunuhan AP. Dia mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan.
 
NF akan disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Meski proses hukum berjalan, hak dan kewajiban NF sebagai anak tetap dipenuhi.
 
Baca: Bocah Dibunuh Teman Bermain
 
NF membunuh teman mainnya, AP, di kediamannya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB, Kamis, 5 Maret 2020. Dia menyerahkan diri kepada polisi, Jumat, 6 Maret 2020.
 
NF ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif