Peradi Rangkul Advokat Muda Jaga Kualitas Profesi
Ketua Umum Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan memberikan materi saat pendidikan khusus profesi advokat di Jakarta, Senin (26/10/2015). Foto: Antara/Prasetyo Utomo
Jakarta: Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) berbenah. Peradi akan banyak merangkul advokat muda untuk membangun semangat baru.

Ketua Umum DPN Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan mengatakan keberadaan advokat muda diharapkan bisa menjaga kualitas profesi advokat di Indonesia.

"Suatu organisasi yang melibatkan para advokat muda adalah keniscayaan demi kemajuan organisasi advokat," kata Fauzi melalui keterangan tertulis, Rabu, 6 Juni 2018.


Jajaran pengurus DPN Peradi hadir dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama para advokat muda yang diselenggarakan Young Lawyers Committee. Young Lawyers Committee merupakan anggota muda Peradi yang rata-rata berumur di bawah 36 tahun.

Peradi mencatat hingga akhir 2017 ada 45 ribu advokat di Indonesia. Sebanyak 25 ribu di antaranya advokat berusia antara 25 sampai 36 tahun. Tingginya jumlah Advokat tersebut menjadi tantangan Peradi sebagai wadah tunggal organisasi advokat di Indonesia untuk menjaga kualitas profesi.

Perluas jaringan

Ketua Dewan Pembina DPN Peradi Otto Hasibuan mengimbau para advokat muda berperan aktif di dalam organisasi dan memperluas jaringan hingga ke komunitas advokat internasional.

“Advokat muda akan menjadi tiang penyangga organisasi advokat ke depan," kata Otto.

Perwakilan advokat muda, Harvardy M Iqbal, mengatakan advokat muda berupaya menjembatani berbagai kebutuhan, baik komunitas nasional maupun komunitas Internasional.

Saat ini telah terbentuk berbagai komunitas young lawyers atau advokat muda yang tersebar di berbagai negara dan asosiasi pengacara internasional, yakni Young Lawyers Committee of International Bar Association (IBA), International Association of Young Lawyers, Young Lawyers Division of American Bar Association, European Young Lawyers Association, Young Lawyers Committee of the Law Society of Singapore, National Young Lawyers Committee of the Malaysian Bar, dan lainnya.

"Sudah saatnya Indonesia memiliki young lawyers yang terkoneksi dengan komunitas internasional" ungkapnya.

Perwakilan advokat muda lain, Andra Reinhart Pasaribu, menyatakan pembentukan Young Lawyers Committee merupakan langkah strategis Peradi untuk meningkatkan kualitas advokat sejak awal.

“Advokat muda yang bernaung dalam Peradi akan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas dan pengembangan ilmu pengetahuan," katanya.



(UWA)