Bharada E menjalani pemeriksaan di Komnas HAM/Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Bharada E menjalani pemeriksaan di Komnas HAM/Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Tak Ada Baku Tembak Antara Brigadir J dan Bharada E

Siti Yona Hukmana • 08 Agustus 2022 11:11
Jakarta: Pengacara Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Puding Lumiu (E) menyebut tak ada baku tembak antara kliennya dengan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Hal itu sekaligus menjawab isu dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J. 
 
"Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia (Bharada E) tidak ada baku tembak," kata kuasa hukum Bharada E, Muhammad Boerhanuddin saat dikonfirmasi, Senin, 8 Agustus 2022. 
 
Menurutnya, proyektil dan senjata yang digunakan Brigadir J adalah alasan. Sejatinya, Brigadir J sama sekali tak melakukan penembakan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, senjata almarhum yang tewas itu dipakai untuk tembak jari kanan itu. bukan saling baku tembak," ungkapnya. 
 

Baca: Hilangkan Barang Bukti, Irjen Sambo Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara


Kemudian, letusan tujuh tembakan dari Brigadir J juga dinilai bohong. Pasalnya, pistol yang disebut milik Brigadir J itu ditembakkan ke atas agar terkesan proyektil baku tembak. 
 
"Bukan, menembak itu dinding arah-arah itunya," ucap Boerhanuddin. 

Bharada E diperintahkan atasan membunuh Brigadir J


Bharada E mengaku diperintahkan untuk membunuh Brigadir J dalam insiden baku tembak yang terjadi di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hal itu dikonfirmasi kuasa hukum Bharada E lainnya, Deolipa Yumara. 
 
"Ya dia diperintah oleh atasannya," kata Deolipa saat dihubungi, Minggu, 7 Agustus 2022.
 
Deolipa menegaskan perintah itu berupa tindak pidana pembunuhan. Saat kasus penembakan terjadi, Bharada E berstatus sebagai sopir dari Ferdy Sambo. Namun, Deolipa enggan membeberkan identitas atasan Bharada E yang menyuruhnya membunuh Brigadir J. Alasannya, kasus ini masih dalam penyidikan.
 
"(Perintahnya dari) atasan yang dia jaga," ucap dia.
 
Bharada E ditetapkan tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J pada Rabu malam, 3 Agustus 2022. Polisi mengenakan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 KUHP. 
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif