Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Penjelasan Ketua Komnas HAM Soal Masalah Kejiwaan Ferdy Sambo

Siti Yona Hukmana • 16 September 2022 14:40
Jakarta: Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengklarifikasi pernyataannya terkait Irjen Ferdy Sambo mempunyai masalah kejiwaan. Menurut Taufan, pernyataannya telah disalahartikan.
 
"Itu dia salah nangkep. Maksudnya, orang ini (Ferdy Sambo) memiliki kekuasaan yang sangat besar. Dia Kadiv Propam tapi dia bisa menggerakkan di lingkungan bawah Propam, juga bisa menggerakkan di Metro Jaya, Reskrim," kata Taufan saat dikonfirmasi, Jumat, 16 September 2022.
 
Taufan menjelaskan maksud pernyataannya adalah abuse of power, seseorang dengan kekuasaan tertentu di luar kekuasaannya. Taufan menganalisis berdasarkan psikologi, kekuasaan luar biasa itu lah yang bisa membuat Ferdy Sambo tega membunuh ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia berani melakukan eksekusi J di rumah dinasnya karena barangkali dia meyakini enggak bisa ada orang yang membuka (membongkar kasus) itu," kata Taufan.
 

Baca: Diduga Sakit Jiwa, Psikolog Forensik: Ferdy Sambo Tak Bisa Manfaatkan Pasal 44 KUHP


Ferdy Sambo bisa memanggil orang-orang untuk menghapus barang bukti, merusak tempat kejadian perkara (TKP), bahkan membuat skenario. Artinya, kata Taufan, Ferdy Sambo orang yang sangat percaya diri bahwa tindakan kejahatan yang diperbuat tidak akan terbongkar.
 
"Saya mencoba memahami psikologi FS itu. Mungkin karena dia memiliki kekuasaan yang sangat besar. Terbukti kan 90 orang itu tidak hanya orang Propam, dia merasa dirinya susah untuk dijerat hukum," ucap Taufan.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif