Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan (tengah). Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Ajukan Red Notice 3 DPO DNA Pro

Nasional polri Penegakan Hukum Investasi Bodong Penipuan investasi Robot Trading
Siti Yona Hukmana • 18 April 2022 08:02
Jakarta: Bareskrim Polri mengajukan penerbitan red notice terhadap tiga tersangka kasus investasi bodong robot trading DNA Pro Akademi yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Ketiga DPO itu diduga kabur ke Turki.
 
"Iya, tiga orang (diajukan red notice)," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Senin, 18 April 2022.
 
Whisnu mengatakan saat ini penyidik tengah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter) Polri untuk memburu para tersangka DNA Pro itu. Terutama, dalam rangka mengajukan red notice.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah dimintakan red notice," ujar jenderal bintang satu itu.
 
Pihak korban menduga tersangka DNA Pro melarikan diri ke Turki. Korban pun mendatangi Kedutaan Besar Turki di Jakarta untuk menyurati dan meminta bantuan pihak Turki.
 
"Kami mendatangi Kedutaan Besar Turki di Jakarta guna menyampaikan surat secara resmi tertuju kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan, terkait keinginan para korban DNA Pro," kata Kuasa hukum korban DNA Pro, Zaenul Arifin, saat dikonfirmasi, Kamis, 14 April 2022.
 
Zaenul mengatakan para korban meminta pemerintah Turki membantu menangkap para petinggi DNA Pro. Khususnya, menelusuri aset para tersangka yang diduga telah masuk pencucian uang.
 
"Mengingat owner dan beberapa management diduga sudah melarikan diri ke luar negeri dan diduga buronan tersebut ada di Turki maka kami menempuh jalur politik dan diplomatik agar dana para korban dapat dikembalikan seutuhnya dan hukum dapat ditegakkan semestinya, sehingga kasus serupa tidak terulang lagi di Indonesia," kata dia.
 
Baca: Kembalikan Uang dari Bos DNA Pro, Ivan Gunawan Dipastikan Tak Terlibat TPPU
 
Dalam perkara ini, penyidik menetapkan 12 tersangka, yakni inisial YS, RU, RS, RK, FR, AB, ZII, JG, ST, FE, AS, dan DV. Sebanyak enam tersangka, yakni RS, R, Y, dan Frangky (F) ditangkap pada Kamis, 7 April 2022.
 
Sedangkan, dua tersangka lainnya, yakni Jerry Gunanda (JG) selaku pendiri (founder) Tim Octopus dan Stefanus Richard (SR) selaku mitra pendiri (co-founder) Tim Octopus ditangkap pada Jumat, 8 April 2022.
 
Para tersangka dijerat Pasal 106 juchto Pasal 24 dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 3, Pasal 5 jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif