Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik/Media Indonesia/Bary Fathahilah
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik/Media Indonesia/Bary Fathahilah

Komnas HAM Minta Hukuman Mati Dihapus

M Sholahadhin Azhar • 10 Desember 2021 18:57
Jakarta: Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik meminta hukuman mati dihapuskan. Pasalnya, hukuman maksimal itu tak terbukti efektif memberantas korupsi.
 
"Hukuman mati yang diberlakukan pada tidak pidana korupsi, enggak terbukti di negara-negara mana pun di dunia ini bahwa itu efektif untuk mengurangi praktik korupsi," ujar Taufan saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Desember 2021.
 
Taufan mencontohkan negara-negara di Eropa, seperti Skandinavia yang tingkat korupsinya sangat rendah. Negara tersebut tak menerapkan hukuman mati namun membenahi sistem keuangan pemerintah dan memperkuat pengawasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia melihat keadaan malah terbalik di negara-negara yang menerapkan hukuman mati. Tingkat korupsi di sana tetap tinggi. Taufan menyebut hukuman mati koruptor sama dengan hukuman mati untuk narapidana narkoba.
 
"Indonesia sudah menerapkan sekian banyak eksekusi hukuman mati kepada pelaku narkoba misalnya, tapi nyatanya tidak turun-turun kan penggunanya," ujar Taufan.
 
Baca: Tuntutan Mati Heru Hidayat Dianggap Keliru
 
Sehingga, dia melihat tak ada relevansi antara hukuman mati dengan mengurangi kejahatan luar biasa. Korupsi, kata Taufan, sama seperti kejahatan terorisme dan narkoba.
 
"Jadi menurut saya pembenahan sistemnya yang harus diperbaiki, penguatan sistem pemidanaan, pemberian hukuman yang maksimum begitu," ujar dia.
 
Taufan turut mengkritik tuntutan mati terhadap terdakwa kasus korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Indonesia (ASABRI) Heru Hidayat. Menurut dia, hal tersebut hanya untuk meningkatkan citra terkait penuntutan.
 
Di sisi lain, Taufan juga menyebut hukuman mati mencederai hak asasi manusia. Sehingga, tak perlu lagi diberlakukan sebagai hukuman maksimal.
 
"Karena memang itu tidak sesuai dengan prinsip dan standar hak asasi manusia," kata Taufan.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif