KPK Menelaah Alur Perizinan Proyek Meikarta

Fachri Audhia Hafiez 26 Oktober 2018 16:17 WIB
OTT Pejabat Bekasi
KPK Menelaah Alur Perizinan Proyek Meikarta
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah hal krusial terhadap kasus dugaan suap proyek Meikarta. Salah satunya alur perizinan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

"Rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, KPK mendalami sejumlah hal krusial, alur dan proses perizinan Meikarta dari perspeksif aturan dan prosedur di Pemkab Bekasi," kata juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat, 26 Oktober 2018.

Tak hanya soal izin, KPK juga mendalami proses rekomendasi tahap satu dari pihak Pemerintah Jawa Barat pada Pemkab Bekasi terkait proses perizinan proyek Meikarta. Kemudian, alur dan proses internal di Lippo Group soal proyek Meikarta.


"KPK juga mendalami sumber dana dugaan suap terhadap Bupati Bekasi dan lainnya. Selain itu, KPK juga mendalami apakah ada atau tidak ada perbuatan korporasi dalam perkara ini," jelas Febri.

Baca: Mobil dan Uang Disita Terkait Suap Meikarta

KPK telah memeriksa keterangan 33 saksi dan melakukan penggeledahan di 12 lokasi terhitung sejak Selasa-Jumat, 23-26 Oktober 2018. Sementara, empat orang saksi tidak hadir dan akan dijadwalkan atau dipanggil kembali.

"Agenda pemeriksaan terhadap 29 saksi dari unsur pejabat dinas di Pemkab Bekasi, presiden direktur dan pegawai Lippo, termasuk sejumlah pegawai di Bidang Keuangan dan pensiunan PNS," beber Febri.

Untuk kepentingan penyidikan, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap CEO Lippo Group James Riady pekan depan. Ia akan diperiksa sebagai saksi.

"Pengiriman surat panggilan sebagai saksi terhadap James Riady sebagai saksi untuk sembilan orang tersangka yang direncanakan dilakukan pada akhir Oktober 2018 ini," ucap Febri.

Sembilan orang tersangka telah ditetapkan KPK dalam perkara ini. Mereka diantaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

Tujuh tersangka lain di antaranya konsultan Lippo Group yaitu Taryadi dan Fitra Djaja Purnama serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Kemudian Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id