Dirjen Penegakan Hukum Kementerian KLHK Rasio Ridho Sani - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Dirjen Penegakan Hukum Kementerian KLHK Rasio Ridho Sani - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

KLHK Gandeng KPK Usut Pembalakan Liar di Papua

Nasional pembalakan liar illegal logging
Juven Martua Sitompul • 24 Januari 2019 18:31
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan koordinasi dan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini erkait pembalakan liar atau illegal logging.
 
KLHK baru-baru ini menyita 384 truk kontainer berisi kayu ilegal dari Papua bernilai Rp105 miliar. 384 truk itu disita dari pelabuhan yang ada di Makassar dan Surabaya dalam kurun waktu Desember hingga Januari.
 
"Ini proses terus berlangsung di mana KPK mensupervisi kami termasuk hari ini kami diskusi dengan KPK dalam rangka penegakan hukum terhadap kayu-kayu ilegal asal Papua," kata Dirjen Penegakan Hukum Kementerian KLHK Rasio Ridho Sani di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KLHK menduga ada 18 perusahaan yang terlibat dalam praktik pembalakan liar tersebut. KLHK bahkan telah menerjunkan 70 penyidik untuk mendalami kasus ini. Langkah ini sebagai bentuk KLHK serius mengusut kejahatan pada sumber daya alam.
 
(Baca juga:Perusahaan yang Lakukan Penebangan Liar Bakal Jadi Tersangka)
 
KLHK bahkan mengancam bakal mencabut izin perusahaan yang terbukti terlibat dalam kasus ini. Sedangkan untuk perorangan, kata Rasio, pihaknya bakal menyeret pelaku ke hukum pidana.
 
"Kami serius dalami terkait kejahatan sumber daya alam ini," tegas dia.
 
Kasatgas Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Dian Patria mengatakan lembaganya memastikan akan melakukan koordinasi dan supervisi terkait kasus pembalakan liar hingga tuntas. KPK juga akan membantu KLHK membangun sistem pencegahan korupsi, termasuk dari sisi regulasi.
 
"Memang dalam prosesnya ada terjadi unsur-unsur tindak pidana korupsi dan sebagainya, kami akan sampai ujung termasuk sistem dibenahi," kata Dian.
 


 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi